kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Biaya layanan tes PCR turun, ini respons Medikaloka Hermina (HEAL)


Kamis, 19 Agustus 2021 / 04:45 WIB
Biaya layanan tes PCR turun, ini respons Medikaloka Hermina (HEAL)

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp 495.000 untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali.

Dengan demikian harga pemeriksaan RT PCR turun sebanyak 45% dari harga sebelumnya.

Aristo Sungkono Setiawidjaja, Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mengungkapkan turunnya harga layanan PCR akan berdampak pada segi komersial. Namun, HEAL optimistis bahwa dengan harga layanan yang lebih terjangkau, volume pemeriksaan akan naik dan biaya per test bisa diturunkan. 

Baca Juga: Gakeslab: Biaya tes PCR turun akan berdampak pada rumah sakit dan laboratorium

"Kami mengkaji ulang biaya kami agar dapat tetap men-cover biaya test PCR meskipun dengan pendapatan per-tes yang lebih rendah," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (18/8). 

Adapun secara operasional, Aristo memaparkan, biaya layanan PCR mencakup biaya reagen, bahan media habis pakai, staf analis, dan jasa dokter pathologi. "Biaya investasi awal di muka juga cukup besar," kata Aristo. 

Aristo menegaskan, untuk mengelola tantangan ini HEAL akan melakukan efisiensi dan memanfaatkan skala ekonomi. 

Selanjutnya: Syarat terbaru naik kereta api jarak jauh dan lokal di masa PPKM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×