kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

BI Waspadai Risiko Pendongkrak Inflasi, Terutama Kenaikan Harga Pangan dan Energi


Rabu, 20 April 2022 / 06:10 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) masih yakin, tingkat inflasi pada tahun 2022 akan berada di kisaran sasaran, yaitu di 2% yoy hingga 4% yoy. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, terjaganya inflasi ini sejalan dengan masih memadainya kapasitas penawaran (suplai) dalam merespon kenaikan dari sisi permintaan. 

“Selain itu, ekspektasi inflasi tetap terkendali, stabilitas nilai tukar rupiah juga terjaga, serta adanya respons kebijakan yang ditempuh oleh BI dan pemerintah,” kata Perry dalam pembacaan hasil Rapat Dewan Gubernur BI April 2022, Selasa (19/4).

Baca Juga: Bank Indonesia Menahan BI 7 Day Reserve Repo Rate di Level 3,5% Pada RDG April 2022

Meski yakin inflasi akan terjaga, BI tetap akan mewaspadai sejumlah risiko yang bisa meningkatkan tekanan inflasi, terutama dampak kenaikan harga energi dan pangan global dari ekskalasi ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina. 

Selain itu BI akan tetap berkomitmen dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah lewat Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP maupun TPID) untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran. 

Dalam jangka pendek, koordinasi juga diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, mengingat pada saat ini Indonesia tengah memasuki bulan Ramadan dan akan menyambut hari raya Idul Fitri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×