kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BI revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021, ini penyebabnya


Jumat, 19 Februari 2021 / 06:10 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi di kisaran 4,3% hingga 5,3%. Sebelumnya, BI optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di kisaran 4,8% hingga 5,8%.

“Ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020 yang masih tumbuh minus 2,19% yoy,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (18/2) via video conference.

Masih lemahnya pertumbuhan di kuartal terakhir tahun lalu disebabkan oleh masih lemahnya konsumsi swasta dan investasi bangunan, juga trbatasnya mobilitas akibat pandemi Covid-19.

Namun, meski ada koreksi proyeksi pertumbuhan tahun ini, Perry masih melihat adanya peluang perbaikan ekonomi yang berlanjut di tahun ini.

Seperti perbaikan kinerja ekspor akibat membaiknya harga komoditas primer seperti kelapa sawit, batubara, dan besi baja. Tak hanya itu, ada juga perbaikan harga sejumlah produk manufaktur seperti kimia organik, kendaraan bermotor, dan alas kaki yang mendorong kinerja di sejumlah sektor-sektor ekonomi.

Baca Juga: Sri Mulyani: Proyeksi rentang pertumbuhan ekonomi bergeser jadi 4,3%-5,3%

Bahkan, perbaikan kinerja ekspor juga terlihat di sejumlah wilayah, khususnya SUlawesi, Maluku, Papua, Jawa, dan Sumatera.

Kemudian, untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi, BI dan pemerintah bahu membahu dalam mendorong permintaan domestik. Ini dilakukan dengan sinergi kebijakan yang mencakup 5 aspek.

Pertama, pembukaan sektor-sektor produktif dan aman. Kedua, akselerasi stimulus fiskal. Ketiga, peningkatan kredit dan pembiayaan dari perbankan dan sektor keuangan dari sisi permintaan maupun penawaran.

Keempat, berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial dari bank sentral. Kelima, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya terkait pengembangan UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×