BI Ramal Inflasi September Bakal Menyentuh 1,1% Secara Bulanan

Minggu, 02 Oktober 2022 | 05:50 WIB   Reporter: Siti Masitoh
BI Ramal Inflasi September Bakal Menyentuh 1,1% Secara Bulanan


KONTAN.CO.ID - UBUD. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 akan sebesar 5,88% secara tahunan atau year on year (YoY). Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri akan mengumumkan inflasi pada periode tersebut pada 3 Oktober 2022 mendatang.

“Kami melakukan penelusuran sesuai survei pemantauan harga. Dimana survei pada minggu kelima, bulan ini inflasinya sekitar 5,88% YoY,” tutur Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Wahyu Agung Nugroho, dalam agenda pelatihan media bersama Bank Indoensia di Ubud Bali, Sabtu (1/10).

Wahyu mengatakan, sumber penyumbang utama inflasi pada September adalah bensin sebesar 0,91% secara bulanan. 

Adapun sebelumnya BI menyampaikan selain bensin, penyumbang inflasi pada September diantaranya, angkutan dalam kota sebesar 0,06%, angkutan antar kota, rokok kretek filter dan beras masing-masing 0,02% secara bulanan, ikan kembung, pasir, semen dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01% secara bulanan.

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Perkirakan Inflasi September 1,68%, Dipicu Kenaikan Harga BBM

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada pekan kelima September yaitu bawang merah sebesar 0,06%, cabai merah 0,04%, minyak goreng dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,03%, cabai rawit, tomat dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02% serta telur ayam ras dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01%.

Wahyu mengatakan, Bank Indonesia akan terus memerhatikan apakah perkiraan inflasi yang ada di Bank Indonesia masih aktual dan tepat atau tidak. Sehingga jika diperlukan, pihaknya juga akan terus melakukan rekalibrasi kebijakan moneter ke depannya.

Lebih lanjut, berdasarkan survei pemantauan harga pada pekan kelima September 2022, BI juga memperkirakan inflasi September sebesar 1,1% secara bulanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru