kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

BI Proyeksi Inflasi Maret 2022 Capai 0,48% mom


Sabtu, 12 Maret 2022 / 07:10 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memproyeksi ada peningkatan harga (inflasi) Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Maret 2022, setelah pada Februari 2022 terjadi penurunan harga (deflasi) sebesar 0,02% mom.

Berdasarkan survei pemantauan harga BI pada minggu kedua Maret 2022, inflasi pada bulan laporan diperkirakan sebesar 0,48% mom.

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret 2022 secara tahun kalender sebesar 1,04% ytd dan secara tahunan sebesar 2,48% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat (11/3).

Erwin memerinci, penyumbang utama inflasi pada bulan laporan adalah komoditas cabai merah yang naik 0,09% mom, kemudian emas perhiasan yang naik 0,05% mom.

Baca Juga: Tarif PPN 11% Berlaku April, Ini Efeknya ke Inflasi Menurut Ekonom

Selain itu, ada peningkatan harga cabai rawit, telur ayam ras, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,04% mom. Ada juga peningkatan harga daging ayam ras, tempe, dan sabun detergen bubuk/cair yang masing-masing naik 0,03% mom.

Harga bawang merah, tahu mentah, dan daging sapi juga naik masing-masing 0,02% mom, serta jeruk dan rokok kretek filter masing-masing naik 0,01% mom.

Sementara itu, masih ada komoditas yang mengalami deflasi, yaitu minyak goreng sebesar 0,05% mom dan tomat yang turun 0,01% mom.

Ke depan, BI mengaku akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Tak hanya itu, BI akan memperkokoh langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×