kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

BI: Penjualan eceran diperkirakan menurun pada kuartal III 2021


Selasa, 12 Oktober 2021 / 06:45 WIB
BI: Penjualan eceran diperkirakan menurun pada kuartal III 2021

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan eceran pada kuartal III-2021 diperkirakan lebih rendah dari penjualan pada kuartal II-2021. 

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI), Indeks Penjualan Riil (IPR) kuartal III-2021 diperkirakan turun 13,2% qtq dari kuartal II-2021, dan bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, IPR diperkirakan turun 2,3% yoy. 

“Penurunan ini sejalan dengan adanya penerapan PPKM Darurat atau PPKM Level 4 di sepanjang Juli 2021 dan Agustus 2021,” ujar Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur dalam laporannya, Senin (11/10). 

Baca Juga: Harga komoditas naik, begini efeknya terhadap APBN menurut Bahana TCW

Muhamad kemudian memerinci, penurunan penjualan eceran terjadi pada mayoritas kelompok komoditas yang dipantau. Terutama, pada subkelompok sandang yang tumbuh minus 14,3% yoy, setelah pada kuartal II-2021 berhasil meroket 49,1% yoy. 

Kemudian, disusul oleh kelompok suku cadang dan aksesori yang diperkirakan turun 9,4% yoy, setelah pada kuartal II-2021 berhasil tumbuh 23,5% yoy. 

Setra, barang budaya dan rekreasi yang diperkirakan tumbuh minus 16,2% yoy, atau lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar minus 1,3% yoy. 

Selanjutnya: Pajak digital dan pajak minimum perusahaan multinasional bisa diterapkan tahun 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×