BI pangkas suku bunga acuan, begini dampaknya terhadap utang pemerintah

Selasa, 23 Februari 2021 | 16:45 WIB   Reporter: Yusuf Imam Santoso
BI pangkas suku bunga acuan, begini dampaknya terhadap utang pemerintah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan pada pekan lalu sebanyak 25 basis poin (bps). Sehingga, posisi BI-7 day reverse repo rate (BI7DRR) saat ini sebesar 3,5%. Kebijakan moneter ini lantas membawa dampak positif terhadap posisi utang pemerintah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan penurunan BI7DRR, diharapkan akan berpengaruh pada potensi penurunan yield surat berharga negara (SBN), yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan biaya dana atawa cost of fund (CoF) pemerintah. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penurunan suku bunga acuan BI cenderung hanya berpengaruh pada surat berharga negara (SBN) dengan kupon variabel, yang jumlahnya relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan SBN berkupon tetap. 

Baca Juga: Rupiah di kurs tengah BI melemah menjadi Rp 14.126 per dolar AS pada Selasa (23/2)

Catatan Josua, per 4 Februari, total dari SBN dengan kupon variabel adalah sebesar Rp 401,13 triliun atau setara dengan 12,31% SBN berdenominasi rupiah. “Secara langsung, penurunan 25bps dari BI7DRR akan menurunkan setidaknya beban bunga hingga sebesar Rp 1 triliun,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Minggu (21/2). 

Namun demikian, Josua menilai dampak dari penurunan ini bukanlah hanya dari penurunan SBN berkupon variabel. Penurunan suku bunga diperkirakan akan mampu mendorong penurunan yield to maturity (ytm) di pasar obligasi. Sehingga akan mendorong kenaikan harga di pasar. “Kenaikan ini berimbas pada semakin atraktifnya SBN domestik, sehingga menaikkan permintaan,” ujar Josua. 

Josua menambahkan kenaikan permintaan tersebut akan mendorong peningkatan penawaran dalam lelang. Dus, ia meramal penerbitan SBN pada tahun ini akan mampu mencapai targetnya.

Sebagai info, sepanjang tahun ini pemerintah akan menerbitkan SBN sebesar Rp 1.207,3 triliun. Angka tersebut lebih tinggi 2,55% dari realisasi penerbitan SBN tahun lalu sejumlah Rp 1.177,2 triliun. Adapun, pada kuartal I-2021, SBN yang akan ditawarkan pemerintah bakal sebesar Rp 342 triliun atau setara 28,32% dari total rencana penerbitan.

Selanjutnya: Bakal diminati pasar, holding panas bumi BUMN dinilai potensial masuk bursa saham

 

Editor: Handoyo .


Terbaru