kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BI masih pertahankan proyeksi pertumbuhan kredit 5%-7% di 2021


Sabtu, 03 Juli 2021 / 14:10 WIB

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) masih optimis industri perbankan mampu mencatatkan pertumbuhan kredit tahun ini. Meskipun pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 hingga 20 Juli Mendatang. 

“Perkiraan kita untuk proyeksi pertumbuhan kredit masih 5% sampai 7%. Mudah-mudahan PPKM Darurat ini bisa mengurangi penularan dan kasus Covid-19 sehingga kembali terjadi pemulihan. Kami belum melakukan penyesuaian proyeksi,” ujar Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung secara virtual pada Jumat (2/7). 

Baca Juga: PPKM darurat, pemerintah targetkan salurkan bansos minggu kedua Juli 2021

Juda bilang secara total, pertumbuhan kredit perbankan masih terkontraksi 1,28% yoy di mei 2021. Namun hal ini menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang minus 2,28%.

“Berdasarkan kelompok banknya, bank pembangunan daerah (BPD) tumbuh 6,17%. Bank BUMN tumbuh 3,57%, Bank umum swasta turun 1,28%, dan kantor cabang bank asing (KCBA) negatif 5,08%,” jelasnya.

Berdasarkan segmennya, Juda bilang sektor rumah tangga atau kredit konsumsi mengalami pertumbuhan 1,39%. Begitupun dengan sektor UMKM yang tumbuh 1,7%. Kredit korporasi minus 4,06% dan segmen komersial turun 3,07%. 

Selanjutnya: Ada PPKM Darurat, Menkeu proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 di bawah 6,5%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×