Ekonomi

BI analisa resesi Indonesia segera berakhir, ini ulasannya

Kamis, 12 November 2020 | 16:46 WIB   Reporter: Venny Suryanto
BI analisa resesi Indonesia segera berakhir, ini ulasannya

ILUSTRASI. BI analisa resesi Indonesia segera berakhir, ini ulasannya. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indonesia resmi masuk ke jurang resesi ekonomi pada September lalu setelah Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 minus 3,49% dan kuartal II 2020 minus 5,3%. Namun resesi ekonomi di Indonesia diperkirakan Bank Indonesia segera berakhir.

 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melihat sudah adanya perbaikan ekonomi Indonesia yang terjadi di kuartal III-2020. Hal ini terlihat dari beberapa komponen yang semakin membaik.

Perry mengatakan, perbaikan ekonomi Indonesia terutama didorong oleh ekspansi percepatan realisasi anggaran. Sehingga konsumsi pemerintah juga dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jika dilihat dari beberapa indikator seperti sisi penjualan eceran hingga ekspor non migas juga mengalami perbaikan. Ekonomi di sejumlah daerah seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara sudah tumbuh positif terutama dari sisi ekspor.

“Kami juga memantau di beberapa daerah mayoritas juga mengalami pertumbuhan yang membaik di kuartal III-2020,” jelas Perry dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Kamis (12/11).

Baca Juga: Gubernur BI sebut digitalisasi merupakan kunci perekonomian Indonesia ke depan

BI optimistis dengan adanya tren perbaikan ekonomi di kuartal III-2020 yang didorong belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan tumbuh positif di kuartal IV 2020.

“Kami melihat dengan berbagai indikator dan belanja pemerintah yang terus meningkat, Insya Allah kami perkirakan di kuartal IV ini perekonomian akan tumbuh positif meski tidak tinggi,” jelas Perry.

Sedangkan di tahun 2021 sebagaimana sejalan dengan pembahasan APBN 2021, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh hingga 5,8%.

Selain itu, perbaikan ekonomi yang perlahan ini juga didorong dari stabilitas eksternal yang tetap terjaga. Terutama dari pengaruh transaksi berjalan di kuartal III-2020 yang diperkirakan akan mencatat surplus. Perkiraan ini didorong oleh perbaikan kinerja ekspor di tengah kinerja impor yang belum meningkat.

BI mencatat, neraca perdagangan di kuartal III-2020 tercatat surplus sebesar US$ 8,03 miliar. Surplus ini lebih tinggi dibandingkan kuartal II yang sebesar US$ 2,89 miliar.

 

Selanjutnya: Ini alasan BI optimistis ekonomi Indonesia di kuartal IV-2020 positif

 

Editor: Adi Wikanto


Terbaru