Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah Indonesia akan menetapkan awal bulan suci atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah melalui Sidang Isbat besok Selasa 17 Februari 2026. Sementara itu, banyak negara sudah menetapkan awal puasa Ramadhan pada 19 Februari 2026.
Dilansir dari website resmi, Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. Sidang Isbat ini akan menentukan awal pelaksanaan umat Islam beribadah puasa.
Sidang akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung.
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat, yaitu; pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia. "Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," ujar Abu Rokhmad.
Dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha Kemenag mengintegrasikan metode Hisab dan Rukyah.
Kemenag mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H nanti. Hal ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.
Direktur Urusan Agama Islam Arsad Hidayat menambahkan, Kemenag akan mengirimkan sejumlah ahli ke lokasi atau titik rukyah yang potensial melihat hilal jelas. Termasuk di lokasi atau tempat observasi bulan.
Tonton: Menkeu Siapkan Rp 55 Triliun Buat THR Lebaran ASN, TNI, dan Polri. Kapan Cair?
Awal Puasa Ramadhan di Negara Lain
Diberitakan Kompas.com, sejumlah negara telah resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026. Mayoritas negara memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah mempertimbangkan hasil hisab (perhitungan astronomi) serta kemungkinan rukyatul hilal.
Seperti diketahui, kalender Islam menggunakan sistem lunar atau berbasis peredaran bulan. Awal bulan Hijriah ditentukan melalui pengamatan hilal (bulan sabit muda). Perbedaan metode—antara rukyat lokal, rukyat global, dan hisab astronomi—kerap menyebabkan selisih satu hari antarnegara.
Di kawasan Teluk (GCC), sejumlah negara telah mengonfirmasi awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Oman menjadi salah satu negara pertama di kawasan tersebut yang mengumumkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari. Komite rukyat setempat menyatakan bulan sabit tidak mungkin terlihat pada 29 Syaban karena posisi bulan terbenam sebelum atau bersamaan dengan matahari di seluruh wilayah Oman.
Di Uni Emirat Arab, awal Ramadhan juga diperkirakan pada Kamis, 19 Februari, berdasarkan penjelasan otoritas urusan Islam di Dubai. Penetapan resmi tetap menunggu hasil rukyat, namun perhitungan astronomi menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat pada 17 Februari 2026.
Negara-negara seperti Arab Saudi, Yordania, dan Mesir diperkirakan mengikuti pola serupa, yakni menggenapkan Syaban menjadi 30 hari karena posisi hilal berada di bawah batas visibilitas (Danjon limit).
Baca Juga: Resmi! BI Buka Pemesanan Penukaran Uang Baru THR Lebaran, Klik Pintar.bi.go.id
Turki dan Singapura Gunakan Metode Hisab
Beberapa negara telah menetapkan tanggal awal Ramadhan berdasarkan metode perhitungan astronomi (hisab).
Turki menetapkan Kamis, 19 Februari 2026 sebagai awal Ramadhan. Otoritas keagamaan setempat menggunakan data astronomi untuk menentukan kemungkinan visibilitas hilal. Karena hilal dinilai tidak mungkin terlihat pada 17 Februari, maka awal puasa ditetapkan setelah genap 30 Syaban.
Singapura juga mengumumkan 19 Februari sebagai hari pertama Ramadhan. Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) menyatakan bulan terbenam sebelum matahari pada hari pengamatan, sehingga hilal mustahil terlihat dari wilayah tersebut.
Australia Ikut Tetapkan 19 Februari 2026
Di kawasan Oseania, Australia melalui Dewan Fatwa Australia mengumumkan Ramadhan 1447 H dimulai Kamis, 19 Februari 2026.
Grand Mufti Australia, Dr Ibrahim Abu Mohamad, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi, bulan baru muncul setelah matahari terbenam pada 17 Februari, sehingga tidak memungkinkan awal Ramadhan dimulai malam itu. Malam pertama salat tarawih akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026 setelah Isya.
Pakistan Masih Menunggu Rukyatul Hilal
Berbeda dengan negara-negara di atas, Pakistan masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas rukyat nasional.
Departemen Meteorologi Pakistan menyatakan bulan baru lahir pada 17 Februari pukul 17.01 waktu setempat. Secara astronomi, terdapat kemungkinan hilal dapat terlihat pada 18 Februari malam. Jika rukyat berhasil, maka Ramadhan berpotensi dimulai lebih awal pada Rabu, 18 Februari 2026.
Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas keagamaan setempat.
Tonton: Masyita Crystallin Tinggalkan Kemenkeu, Kini Perkuat Danantara
Mengapa Awal Ramadhan 2026 Bisa Berbeda?
Perbedaan awal Ramadhan terjadi karena metode yang digunakan tiap negara tidak selalu sama, yakni:
1. Rukyatul hilal lokal
2. Rukyatul hilal global
3. Perhitungan astronomi (hisab)
Pada 2026, kondisi astronomi menunjukkan bulan terbenam sebelum matahari di banyak wilayah pada 17 Februari. Selain itu, jarak sudut antara bulan dan matahari berada di bawah batas minimal visibilitas (Danjon limit), sehingga secara teori hilal mustahil terlihat.
Fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi pada periode yang sama semakin menguatkan analisis bahwa hilal belum dapat diamati di sebagian besar kawasan.
Ramadhan 2026 Diperkirakan 29 Hari
Sejumlah otoritas memperkirakan Ramadhan 2026 akan berlangsung selama 29 hari. Namun seperti biasa, lama bulan suci tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal di akhir Ramadhan untuk menentukan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idulfitri 2026.
Dengan semakin banyaknya negara yang telah mengumumkan awal puasa pada 19 Februari 2026, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai mempersiapkan diri—baik secara spiritual maupun sosial—menyambut bulan penuh berkah ini.
Meski berbeda satu hari di beberapa wilayah, semangat Ramadhan tetap sama: memperbanyak ibadah, refleksi diri, serta memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Selanjutnya: Deposito Valas Danamon Tumbuh Nyaris 20% pada 2025, Target 2026 Naik Minimal 15%
Menarik Dibaca: Tren Dekorasi Imlek 2026 dengan Unsur Feng Shui yang Mengundang Keberuntungan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)