kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Berperang dengan Hamas, Israel berjanji bakal terus melancarkan serangan


Senin, 17 Mei 2021 / 04:05 WIB
Berperang dengan Hamas, Israel berjanji bakal terus melancarkan serangan

Sumber: The Guardian | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, serangan di Jalur Gaja akan terus dilakukan militer Israel selama waktu yang diperlukan. Pernyataan itu dikatakan Netanyahu di tengah meningkatnya serangan permusuhan dengan Hamas di Palestina yang telah menelan 148 korban jiwa.

The Guardian, Minggu (16/5) mencatat setidaknya, tiga warga Palestina tewas dalam serangan udara pada Minggu pagi dan banyak yang terluka ketika suara pemboman terjadi sepanjang malam.

Menurut foto-foto yang diedarkan penduduk dan para jurnalis, serangan udara Israel telah menciptakan kawah yang memblokir salah satu  jalan utama menuju Shifa, rumah sakit terbesar di wilayah tersebut, seperti dilaporkan Associated Press (AP).

Sejak pertempuran itu terjadi pada Senin lalu, setidaknya ada 41 anak yang telah tewas di Gaza. Dan Israel melaporkan 10 orang tewas di pihaknya termasuk dua anak.

Baca Juga: Kantor Al Jazeera dan AP di jalur Gaza hancur akibat serangan udara Israel

Pada hari Sabtu, serangan udara Israel di Gaza menewaskan delapan sepupu muda yang berkumpul untuk merayakan Idul Fitri bersama ibu mereka.

Di Israel, sirene peringatan tembakan roket berbunyi di Tel Aviv dan pinggiran kota dan di Israel selatan. Sekitar 10 orang terluka saat berlindung, kata petugas medis.

Baik Israel dan Hamas bersikeras mereka akan melanjutkan tembakan lintas perbatasan mereka, sehari setelah Israel menghancurkan gedung 12 lantai di Kota Gaza yang pernah menjadi rumah bagi agen AS Associated Press dan operasi media Al Jazeera yang berbasis di Qatar.

Militer Israel mengatakan gedung al-Jala adalah target militer yang sah, berisi kantor militer Hamas, dan telah memberikan peringatan kepada warga sipil untuk keluar dari gedung sebelum serangan itu.

AP mengutuk serangan itu, dan meminta Israel untuk mengajukan bukti. "Kami tidak memiliki indikasi Hamas berada di dalam gedung atau aktif di gedung tersebut," kata organisasi berita itu dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Israel-Palestina bertempur, Presiden AS telepon Presiden Palestina

Pada Sabtu malam, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel “masih di tengah-tengah operasi ini, masih belum berakhir dan operasi ini akan berlanjut selama diperlukan”.



TERBARU

×