kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Berkat sejumlah stimulus, penyaluran KPR di BNI melaju kencang


Kamis, 15 Juli 2021 / 09:15 WIB

Reporter: Amanda Christabel | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga semester satu 2021, kredit properti menjadi penopang kredit perbankan. Khususnya kredit kepemilikan rumah (KPR), yang hingga akhir tahun diproyeksi akan tumbuh lebih besar dibandingkan sektor kredit lainnya, meskipun bunga KPR belum turun secara signifikan. 

Hal ini juga didukung dengan adanya stimulus pembebasan pajak yang diberikan pemerintah, dan pelonggaran loan to value (LTV) yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI).

Seperti yang diutarakan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, realisasi BNI Griya per semester satu 2021 tumbuh cukup baik, yakni dengan mencatatkan angka sebesar 6% secara year on year (yoy).

Baca Juga: BI bakal atur permodalan penyelenggara sistem pembayaran, termasuk fintech

Direktur Bisnis Konsumer BNI, Corina Leyla Karnalies mengatakan, pertumbuhan ditopang oleh KPR Subsidi yang tumbuh dobel digit. “Adanya penawaran suku bunga rendah dan fixed selama 3,5 tahun dan 10 tahun, serta program stimulus dari pemerintah seperti DP 0% dan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN),” tambah Corina kepada KONTAN, Rabu (14/7).

“Di tengah kondisi pandemi covid-19, kami menjaga pertumbuhan KPR secara moderat atau single digit dengan melakukan pembiayaan secara selektif ke low risk costumer, maupun pembelian di developer PKS,” tutup Corina.

Sekadar informasi tambahan, di saat kredit perbankan secara nasional masih kontraksi 1,28% secara year on year (YoY) pada Mei 2021, BI mencatat bahwa KPR justru mampu tumbuh positif 6,61% YoY.

Selanjutnya: Bisnis tertekan, profitabilitas multifinance menurun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×