kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Begini tanggapan Tri Indonesia soal potensi mengembalikan frekuensi pasca merger


Rabu, 13 Januari 2021 / 10:25 WIB

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia Danny Buldansyah mengatakan sampai saat ini pihaknya belum memiliki pembicaraan mengenai adanya pengembalian frekuensi kepada negara pasca merger dengan PT Indosat Tbk (ISAT).

"Hal itu belum dibicarakan," ujar Danny saat dibubungi oleh Kontan, Selasa (12/1).

Sebagai informasi, pada 2013 lalu saat PT XL Axiata (EXCL) merger dengan Axis, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan syarat agar XL harus mengembalikan frekuensi seluas 10 MHz di spektrum 2.100 MHz (3G).

Danny mengatakan sampai saat ini baik Tri Indonesia dan Indosat (ISAT) masih melalui tahapan diskusi.

"Kedua perusahaan masih dalam tahap diskusi. Seperti diketahui, konsolidasi kedua perusahaan ini akan terjadi jika memenuhi semua persyaratan dan perijinan," sambungnya.

Baca Juga: Indosat (ISAT) senang pemerintah dukung merger dengan Tri

Sementara itu, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ahmad M. Ramli mengatakan sampai saat ini pembicaraan mengenai potensi pengembalian frekuensi belum ada.

"Sampai saat ini belum ada permohonan atau info terkait hal tersebut," ujarnya kepada Kontan, Selasa (12/1).

Dannya melanjutkan, meski pembahasan terus dilakukan dengan Indosat, di persaingan kedua operator tetap sehat.

“Kami dalam operasional tetap seperti biasa kompetisi. Tidak ada perbedaan. Kami menganggap Indosat adalah kompetitor kami. MoU itu kan untuk konsolidasi perusahaan,” kata Danny.

Selanjutnya: Indosat (ISAT) buka alokasi capex 2021 setelah sampaikan laporan keuangan 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×