Ekonomi

Begini tanggapan bankir usai BI pangkas suku bunga acuan

Jumat, 20 November 2020 | 06:55 WIB   Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Begini tanggapan bankir usai BI pangkas suku bunga acuan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akhirnya kembali pangkas suku bunga acuan atawa BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7-DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) ke 3,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan November 2020. 

Dengan tren suku bunga yang rendah ini, Gubernur BI Perry Warjiyo mengharapkan agar perbankan segera menurunkan suku bunga kreditnya. 

“Kami tidak segan-segannya mengharapkan agar perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Sehingga ini bisa mendorong pemulihan ekonomi. Dan kami ingin sampaikan bahwa perbaikan ekonomi berlanjut,” ujar Perry, Kamis (19/11). 

Menurut bank sentral, penyebab utama masih belum menyusutnya bunga kredit diakibatkan oleh persepsi risiko kredit oleh perbankan. Wajar, perbankan memang menilai selama pandemi potensi risiko kredit gagal bayar bakal meninggi. 

Apalagi di masa seperti sekarang, perbankan memang disibukkan dengan penerapan program restrukturisasi kredit. Tentu hal ini membuat bank tidak bisa seketika menginjak gas untuk ekspansi kredit. Sebab, ada banyak pencadangan yang perlu disisihkan bank untuk menghindari risiko melonjaknya kredit bermasalah. 

Baca Juga: BI: Arus modal asing mulai masuk, nilai tukar rupiah menguat 1,74%

Menanggapi hal itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja secara singkat mengatakan, sebenarnya keputusan bank sentral ini sudah diramal. "Sudah diperkirakan," kata dia. 

Ini artinya, perbankan dalam beberapa periode ke depan bakal merespon kebijakan tersebut. Namun, Jahja tidak menyebut seperti apa tren bunga kredit ke depan. 

Agak berbeda, Direktur Utama PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) Daniel Budirahayu memandang, keputusan BI untuk memangkas bunga acuan sebenarnya di luar ekspektasi pasar, termasuk industri perbankan. 

Meski begitu, ada banyak sinyal positif yang bisa diraih dengan adanya penurunan bunga acuan. Antara lain sinyal positif bagi industri untuk mendorong investasi termasuk meningkatkan konsumsi belanja (consumer spending). 

Akan tetapi, Daniel memandang hal itu tidak serta-merta akan membuat suku bunga kredit bank segera turun. Sebab, dalam praktiknya tiap bank memiliki kebijakan tersendiri terkait bunga kredit. 

Pun, penurunan bunga kredit juga sangat bergantung pada tingkat biaya dana atau cost of fund (CoF) setiap bank. "Karena walaupun bunga acuan BI turun, tidak bisa semerta-merta bank langsung turunkan suku bunga apalagi untuk BUKU I dan II," katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (19/11) malam. 

Daniel bilang, bank kecil seperti Bank Ina perdana tentu memiliki durasi transmisi penurunan bunga kredit lebih lama dibandingkan bank besar. Lantaran, bank besar terutama di BUKU IV pastinya punya CoF yang rendah, praktis menjadi lebih leluasa dalam mengatur tingkat suku bunga. 

 

Selanjutnya: Biaya dana bank menengah kecil kian melandai

 

Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru