kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Begini Tanggapan Apindo Soal Kebijakan Pengetatan PPKM


Selasa, 15 Februari 2022 / 06:30 WIB
Begini Tanggapan Apindo Soal Kebijakan Pengetatan PPKM

Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberi tanggapan terkait lonjakan kasus positif varian Omicron yang tengah terjadi di berbagai wilayah Tanah Air saat ini. 

Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno menilai, apabila pemerintah memperketat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dapat berdampak terhadap risiko penurunan performa penjualan pada sektor bisnis. 

"Dampak yang lebih jauh adalah lapangan kerja yang menciut karena adanya efisien si tenaga kerja," ungkap Benny, saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (14/2). 

Baca Juga: Pemerintah Terapkan PPKM Level 3 di Sejumlah Daerah, Ini Kata Apindo

Nah, untuk menjaga volume penjualan di masa PPKM seperti saat ini, Benny mengatakan bahwa para pengusaha berupaya menjalankan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan memaksimalkan penjualan secara daring, seperti lewat market place untuk meminimalisir dampak dari pembatasan sosial yang diterapkan terhadap performa penjualan. 

Apindo sendiri membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 ini dapat mencapai 5% jika dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sebagai informasi, mengutip catatan Kontan.co.id, mulai 8 Februari lalu, pemerintah menerapkan PPKM Level 3 di wilayah Jabodetabek, Bandung Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali. Kebijakan ini berlaku hingga 14 Februari 2022.

Kasus harian Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka 55.000 pada Sabtu (12/2), mendekati rekor tertinggi pada 15 Juli tahun lalu, saat gelombang varian Delta, mencapai 56.757.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan, puncak kasus varian Omicron akan terjadi pada akhir Februari nanti. Angkanya bisa enam kali lipat dari puncak kasus varian Delta pada Juli tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×