Begini strategi bisnis Communication Cable (CCSI) pada tahun 2021

Minggu, 02 Mei 2021 | 19:40 WIB   Reporter: Dimas Andi
Begini strategi bisnis Communication Cable (CCSI) pada tahun 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kabel PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) bersiap melanjutkan tren positif kinerjanya di sepanjang tahun 2021. Selain fokus memperkuat penjualan produk kabel, CCSI juga menggeber ekspansi bisnis pada tahun ini.

Sebagai pengingat, pendapatan neto CCSI melonjak 114,39% (yoy) menjadi Rp 117,08 miliar pada kuartal I-2021. Di saat yang sama, laba bersih tahun berjalan CCSI melesat 232,01% (yoy) menjadi Rp 15,14 miliar.

Manajemen CCSI pun yakin kinerja keuangannya akan terus meningkat di kuartal-kuartal berikutnya. Perusahaan ini membidik total pendapatan neto sebesar Rp 419,73 miliar dan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 35,57 miliar hingga akhir tahun nanti.

Baca Juga: Tak ada proyek baru, Nusantara Almazia (NZIA) fokus tingkatkan penjualan properti

Direktur dan Sekretaris Perusahaan CCSI Mario Palilingan mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan penjualan berbagai produk kabel guna menopang kinerja di tahun ini. Sejauh ini, penjualan kabel CCSI menyasar sektor industri telekomunikasi.

“Penjualan terbesar kami datang dari kabel standar dan amoured cable sebesar 81,5% dan selebihnya datang dari penjualan pipa, aksesoris, jasa, dan lainnya,” ujar Rio, Jumat (30/4).

CCSI pun memiliki produk kabel laut dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 25%, sehingga telah memenuhi syarat untuk mendapatkan preferensi dibandingkan impor.

CCSI juga terus melakukan ekspansi bisnis. Yang terbaru, perusahaan ini telah menyelesaikan pengerjaan proyek Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) Jawa – Bali pada 30 September 2020 lalu. Saat ini CCSI sedang menjalani tahap pengajuan Sertifikasi Uji Laik Operasi (ULO) dari Kominfo.

Proyek ini berupa penyambungan kabel komunikasi bawah laut dari Muncar – Jawa Timur menuju Candikusuma – Bali sepanjang 24,5 kilometer. Adapun jenis kabel yang digunakan adalah ADSS 48 Core.

Baca Juga: Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) naik 30,7% pada 2020 jadi Rp 4,96 triliun

Rio menambahkan, CCSI juga berencana melakukan ekspansi pembangunan pabrik kabel laut yang terkait dengan pengembangan bisnis kabel optik bawah laut atau submarine fiber optic cable. Sayang, ia belum bisa buka-bukaan lebih jauh terkait perkembangan terkini proyek tersebut.

Ia juga menyebut, pihak CCSI masih melakukan perhitungan besaran capital expenditure (capex) atau belanja modal di tahun 2021. Dalam hal ini, sebagian dana capex tersebut akan ditujukan untuk rencana ekspansi pabrik kabel laut. “Kami akan menggunakan capex dari kas yang ada dan pinjaman bank,” imbuhnya.

Manajemen CCSI juga merencanakan pelaksanaan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada akhir semester I-2021. Pelaksanaan rights issue tersebut harus mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

“Kami berencana menerbitkan maksimum 170 juta saham melalui HMETD yang bernilai nominal Rp 100 per saham,” tandas Rio.

Selanjutnya: Kasus Covid-19 di India melonjak, begini efeknya ke penjualan Bukit Asam (PTBA)

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru