Ekonomi

Begini nasib proyek Kilang Bontang milik Pertmaina

Selasa, 19 Januari 2021 | 11:20 WIB   Reporter: Filemon Agung
Begini nasib proyek Kilang Bontang milik Pertmaina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu proyek Grass Root Refinery (GRR) alias Kilang Bontang milik PT Pertamina resmi masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun ini. Kendati demikian, nasib proyek ini justru belum menemui titik cerah. PT Pertamina sebelumnya menyatakan Kilang Bontang terpaksa ditunda pelaksanaannya dan berfokus pada 5 proyek kilang lainnya.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih menuturkan sejak berakhirnya kerja sama Pertamina dengan mitra, saat ini status Kilang Bontang masih dalam kajian. "Memang ada kerja sama yang berakhir,  dan ada masalah lokasi lahan yang dimiliki Pertamina tidak mencukupi. Masih dalam kajian khusus," ujar Soerjaningsih dalam Konferensi Pers Virtual, Senin (18/1).

Kendati belum ada kejelasan terkait status Kilang Bontang, Doerjaningsih memastikan upaya pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri akan terus diupayakan. Soerjaningsih mengungkapkan, seiring proyek kilang yang masih berjalan diharapkan angka impor dapat ditekan. "Kalau lihat solar sudah hampir mencukupi seluruh kebutuhan nasional, bahkan avtur 2020 melebihi kebutuhan dan bisa ekspor," kata Soerjaningsih.

Baca Juga: Kebutuhan Pembangkit Listrik PLN untuk LNG Meningkat di 2021 Menjadi 400 TBTU

Ia mengungkapkan impor untuk gasoline berpotensi berkurang pada 2022 nanti dengan rampungnya tahap I Kilang Balikpapan dan proyek kilang lainnya. "Mungkin impor masih akan terjadi tapi tidak terlalu besar," jelas Soerjaningsih.

Dalam catatan Kontan.co.id, PT Pertamina (Persero) sedianya berencana membangun empat Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan dua proyek Grass Sroot Refinery (GRR). Adapun, seiring perjalanan waktu, Pertamina memastikan hanya akan membangun lima kilang. Satu proyek kilang baru alias GRR yakni Kilang Bontang diputuskan untuk tidak dilaksanakan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, pasca kajian ulang dilakukan Pertamina memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut seiring perubahan demand Bahan Bakar Minyak (BBM) ke depannya. "Demand terjadi perubahan signifikan akibat disrupsi kebijakan pemerintah untuk biodiesel dan gasifikasi serta mobil listrik," terang Nicke, Agustus silam.

Untuk itu Pertamina memastikan hanya akan membangun lima proyek kilang. Adapun, kelima proyek kilang tersebut yakni empat pengembangan kilang atau RDMP Balikpapan, Cilacap, Balongan dan Dumai serta satu kilang baru di Tuban.

Selanjutnya: Harga Komoditas Batubara Semakin Tinggi, Produsen Berpacu Genjot Produksi

 

Editor: Handoyo .


Terbaru