Begini Dampak Kenaikan Harga BBM Subsidi Bagi Pelaku Usaha Konstruksi

Selasa, 30 Agustus 2022 | 08:15 WIB   Reporter: Dimas Andi
Begini Dampak Kenaikan Harga BBM Subsidi Bagi Pelaku Usaha Konstruksi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan di sektor konstruksi menilai rencana kenaikan harga BBM subsidi bisa memberi pengaruh terhadap kelangsungan bisnisnya.

Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) Anggie S. Sidharta menyebut, apabila kenaikan harga BBM subsidi terwujud, maka akan berdampak secara tidak langsung terhadap kegiatan usaha TOTL. Hanya saja, pihak TOTL belum bisa memperkirakan besaran dampak finansial yang dihasilkan oleh kebijakan harga energi tersebut.

“Apabila diperlukan penyesuaian, maka akan kami tindaklanjuti case by case,” imbuh dia, Senin (29/8).

Baca Juga: Bidik Kontrak Baru Rp 2 Triliun, Begini Strategi Total Bangun Persada (TOTL)

Manajemen TOTL pun tetap mengimplementasikan upaya-upaya strategis agar kegiatan operasionalnya tidak terganggu oleh kenaikan harga BBM subsidi. Beberapa di antaranya adalah melalui efisiensi pada kinerja dan biaya operasional perusahaan.

Sekadar catatan, TOTL meraih kontrak baru sebesar Rp 618,9 miliar hingga awal Juli 2022. TOTL masih berusaha memenuhi target kontrak baru di tahun ini yang dipatok sebesar Rp 2 triliun. Adapun kontrak baru TOTL tersebut berasal dari proyek gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, edukasi, mixed use, dan hotel.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Farid Budiyanto mengatakan, kenaikan harga BBM akan lebih memberi dampak pada biaya-biaya logistik yang mana sebagian besar biaya tersebut ditanggung oleh sub kontraktor.

“Salah satu upaya kami mengatasi dampak kenaikan harga bahan bakar tersebut dengan mengusulkan peninjauan harga dasar melalui asosiasi kontraktor,” ungkap dia, hari ini (29/8).

Dalam catatan Kontan, ADHI telah merealisasikan kontrak baru hingga Juli 2022 sebesar Rp 15,9 triliun, atau naik 104% dibandingkan dengan capaian kontrak baru pada Juli 2021 sebesar Rp 7,8 triliun.

Kontribusi kontrak baru ADHI sejauh ini didominasi oleh lini bisnis engineering dan konstruksi sebesar 87%, lini bisnis properti dan hospitality sebesar 8%, dan sisanya berasal dari lini bisnis lainnya.

Baca Juga: Konstruksi Mulai Bergairah, Cek Rekomendasi Saham WIKA WSKT ADHI DGIK PPRE

Sebelumnya, EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo menyampaikan, apabila kenaikan harga BBM subsidi benar-benar terjadi, maka hal ini bisa memberi dampak yang signifikan terhadap kemajuan proyek-proyek yang dikerjakan Hutama Karya.

“Meski demikian, kami tetap berusaha menjaga proses pengerjaan proyek yang digarap agar tidak terjadi time overrun dan cost overrun,” jelas dia, Minggu (28/6) kemarin.

Ke depannya, Pihak Hutama Karya akan menyesuaikan strateginya dengan kebijakan harga BBM subsidi terbaru demi memastikan seluruh pelaksanaan proyek perusahaan dapat terus berjalan.

Asal tahu saja, per semester I-2022, Hutama Karya membukukan kontrak baru senilai Rp 5,83 triliun. Segmen yang berkontribusi besar terhadap perolehan kontrak baru Hutama Karya adalah sektor EPC sebesar 41,84% serta sektor Jalan dan Jembatan sebesar 45,57% dari total nilai kontrak baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru