kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bayar tol tanpa berhenti dengan sistem MLFF, begini caranya


Senin, 01 Februari 2021 / 07:30 WIB
Bayar tol tanpa berhenti dengan sistem MLFF, begini caranya

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia sebentar lagi akan menggunakan sistem transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF) berteknologi GNSS (Global Navigation Satelite System) dari Roatex, Ltd, Hungaria.

MLFF sendiri merupakan transaksi pembayaran jalan tol dengan teknologi nirsentuh yang memungkinkan kendaraan tidak perlu berhenti ketika membayar tarif di gerbang tol. Solusi teknologi yang akan diterapkan berbasis GNSS (Global Navigation Satelite System) yang merupakan teknologi paling mutakhir dalam sistem transaksi nontunai nirsentuh berbasis MLFF.

Chief Operating Officer (COO) Roatex, Andras Szabo mengungkapkan bahwa kendaraan nantinya tak perlu lagi berhenti melakukan tap alias bisa membayar tol tanpa setop. Karena sistem pembayaran di tol akan menggunakan sistem transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis MLFF berteknologi GNSS.

Baca Juga: Didukung SWF, begini rekomendasi saham konstruksi

Teknologi ini sangat terbuka bagi pengembangan untuk pelayanan jalan berbayar lainnya, seperti ERP (Electronic Road Payment), trafik manajemen berbasis data induk (Big Data), dynamic pricing, parking, dan lain-lain sesuai perkembangan kebutuhannya.

"Singkatnya, setiap kendaraan yang lewat tol akan langsung terdeteksi oleh teknologi itu dan otomatis saldo e-wallet pengendara akan dipotong oleh sistem tersebut," kata Andras di Jakarta, Sabtu (30/1).

Pada saatnya nanti, setiap kendaraan atau pengguna jalan tol akan diperkenalkan dengan perangkat e-Obu (aplikasi smartphone), atau onboard unit (OBU) atau tiket perjalanan (road ticket) bagi yang hanya sekali jalan. Syarat utamanya, pengguna harus menginstall aplikasi OBUdi smartphone masing-masing. Nanti diwajibkan untuk melakukan register di e-OBU.

Setelah teregistrasi, e-OBU pengguna akan tersambung dengan sistem pusat dari operator. Nantinya, pembayaran langsung lewat aplikasi tersebut. Rencananya, implementasi sistem tersebut dilakukan dengan beberapa alternatif. Salah satunya dengan menggunakan financial technology (fintech) dalam negeri seperti LinkAja, GoPay, dan OVO, kredit dan debit.

Baca Juga: Roatex targetkan konstruksi sistem transaksi MLFF akan dimulai pada pertengahan 2021

Model pertama ini berlaku untuk pengguna yang hanya sesekali menggunakan tol. Sementara untuk kendaraan seperti taksi yang masuk tol berulang kali, mereka bisa memasang alat OBU yang sekarang banyak di pasaran.

"Setelah itu, pengemudi taksi menghubungi OBU di mobil mereka dengan sistem di operator. Sama seperti yang pertama, transaksi pun akan langsung dilakukan lewat alat tersebut," katanya.

Kendati demikian, pengguna tetap bisa masuk jalan tol ini bila tak ingin menginstal e-OBU, ataupun memasang alat OBU. Seperti untuk jenis pengguna yang  dari luar Jawa yang kadang hanya satu kali saja masuk tol, mereka bisa membeli saldo elektronik di toko ritel seperti Indomaret dan Alfamart. "Di sana, mereka membayar lebih dulu tiket tol yang ingin mereka lewati dan mencantumkan nomor polisi kendaraannya," jelas Andras.



TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

×