Global

Banyak bar tutup karena pandemi, Heineken rumahkan 8.000 pekerja

Kamis, 11 Februari 2021 | 10:28 WIB Sumber: BBC
Banyak bar tutup karena pandemi, Heineken rumahkan 8.000 pekerja

ILUSTRASI. Produsen bir raksasa Heineken telah mengumumkan rencana untuk memangkas hampir 10% tenaga kerjanya.

KONTAN.CO.ID - LONDON. Produsen bir raksasa Heineken telah mengumumkan rencana untuk memangkas hampir 10% tenaga kerjanya. Langkah ini diambil setelah terjadi penurunan tajam dalam penjualan Heineken karena pandemi virus corona.

Melansir BBC, PHK akan dilakukan terhadap 8.000 pekerja, beberapa di antaranya di kantor pusat di Amsterdam.

Pimpinan Eksekutif Heineken Dolf van den Brink mengatakan tahun 2020 telah menjadi tahun penuh gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

BBC memberitakan, banyak bar yang telah ditutup di dunia. Beberapa negara, seperti Afrika Selatan, telah memberlakukan larangan sementara atas penjualan alkohol.

Baca Juga: Duh, virus corona buat laba operasi produsen bir Asahi anjlok 45%

Heineken adalah produsen bir terbesar kedua di dunia, di mana Heineken menjadi bir terlaris di Eropa. Perusahaan ini yang memiliki bir merek Tiger dan Sol.

Berharap pada vaksin

Van den Brink, yang mengambil alih perusahaan pada bulan Juni, mengatakan program vaksinasi di Eropa, Amerika Utara dan beberapa negara yang lebih maju di Asia akan dapat mengembalikan bisnis yang melambat menjadi normal kembali.

"Tapi kami adalah perusahaan global ... hanya ketika seluruh dunia divaksinasi sampai tingkat tertentu, kami baru dapat mengatakan bahwa kami benar-benar sudah keluar dari masa sulit," katanya seperti dikutip BBC.

Baca Juga: Gara-gara lockdown, penjualan Heineken di bulan Maret anjlok 14%

Brasil dan Meksiko, dua pasar terbesar Heineken, masih berjuang mengatasi pandemi.

Pemutusan hubungan kerja akan dilakukan di seluruh bisnis setelah meninjau kantor pusat Heineken di Amsterdam, kantor regional, dan operasi lokal.

Perusahaan bir raksasa itu mengatakan bahwa mereka berencana untuk merestrukturisasi bisnisnya sebelum pandemi, tetapi krisis Covid-19 telah mempercepat rencananya.

Volume penjualan bir menurun di Eropa, Meksiko, Afrika Selatan dan Indonesia.

Dikatakan juga bahwa pembatasan yang berkelanjutan berarti pendapatan dan laba operasi pada 2021 akan berada di bawah level yang dicapai pada 2019.

Heineken menambahkan bahwa pihaknya memperkirakan kondisi pasar akan membaik secara bertahap tahun ini dan lebih lanjut ke tahun 2022, dengan pemulihan yang lambat dari bar dan restoran di Eropa.

 

Selanjutnya: Grab dan Heineken menjalin kolaborasi strategis di Asia Tenggara

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru