Bank Mandiri prediksi kredit perbankan bisa tumbuh sekitar 5% di tahun 2021

Rabu, 23 Desember 2020 | 05:45 WIB   Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Bank Mandiri prediksi kredit perbankan bisa tumbuh sekitar 5% di tahun 2021


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja perbankan diprediksi masih akan terus berlanjut. PT Bank Mandiri Tbk dalam Econoc Outlook 2021 memproyeksi kredit industri perbankan di tahun ini hanya bisa dipertahankan pada kisaran -1% hingga 0% saja. 

Direktur Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan pertumbuhan kredit pada Desember sudah mulai membaik, hanya saja secara industri tren pertumbuhan hingga November 2020 masih terus kontraksi.

"Perkiraan kami pertumbuhan kami tetap masih di kisaran -1% hingga 0% untuk tahun ini, dan baru tumbuh 5% pada tahun depan," terangnya dalam Mandiri Economic Outlook 2021, Selasa (22/12).

Baca Juga: BTN gandeng Mustika Land gelar promo KPR akhir tahun

Sementara untuk di tahun depan, Bank Mandiri percaya pertumbuhan kredit industri perbankan bakal tumbuh lebih baik sekitar 5% secara year on year (yoy). "Kredit Bank Mandiri untuk tahun 2021 akan ikut dengan market (pasar), kami positif ekspektasinya (tumbuh) di mid-single digit, sekitar 5%," imbuhnya.

Panji menuturkan, pertumbuhan kredit pada 2021 lebih didorong oleh kepercayaan pasar kepada kondisi ekonomi yang mulai membaik. Utamanya bila efektifitas dan distribusi vaksin Covid-19 terjamin. Beberapa sektor jasa-jasa yang mengalami pertumbuhan pesat secara kuartalan pun turut mendorong optimisme penyaluran kredit. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa sektor yang mengalami perbaikan, antara lain transportasi dan pergudangan, penyedia akomodasi dan makan minum, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, jasa lainnya, serta pengadaan listrik dan gas. 

Tapi di sisi lain, sama seperti periode beberapa bulan terakhir kondisi likuiditas hingga tahun ini dan tahun depan dipastikan masih akan sangat aman dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dua digit. Otoritas moneter juga membantu likuiditas perbankan dengan penurunan suku bunga acuan, penurunan GWM, dan quantitative easing ke ekonomi.

Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia pada tahun 2020 berlangsung dramatis akibat pandemi

Bank bersandi bursa saham BMRI tak menampik restrukturisasi masih menjadi perhatian cukup intensif bagi perbankan. Namun, dia masih optimistis tingkat rasio kredit bermasalah masih mampu dijaga di kisaran 3,5%."Secara umum kondisi rasio kredit bermasalah masih kuat dengan bantuan rasio kecukupan modal perbankan. Ini menunjukkan prospek dan kinerja masih cukup baik perbankan tanah air," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, rendahnya permintaan kredit baru terus membuat tren pertumbuhan terbilang lesu tahun ini. 

Meski sebagian sektor sudah membaik, sebagian besar sektor ekonomi masih terdampak akibat ekspansi yang sempat tertunda. Penyaluran kredit dari perbankan juga diikuti dengan prinsip yang masih  sangat hati-hati untuk menghindari pemburukan kualitas kredit lanjutan.

Selanjutnya: IFC gelontorkan pinjaman US$ 50 juta kepada KB Finansia Multi Finance

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru