Bank Indonesia (BI) Memperpanjang Tarif Layanan Sistem Kliring Nasional (SKNBI)

Jumat, 24 Juni 2022 | 05:30 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Bank Indonesia (BI) Memperpanjang Tarif Layanan Sistem Kliring Nasional (SKNBI)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperpanjang tarif layanan sistem kliring nasional (SKNBI) maksimal Rp 2.900 per transaksi dari bank ke nasabah dari semula akan berakhir pada 30 Juni 2022 menjadi 31 Desember 2022.  

“Melanjutkan masa berlaku kebijakan tarif SKNBI sebesar Rp1 dari Bank Indonesia ke bank dan maksimum Rp2.900 dari bank kepada nasabah, dari semula berakhir 30 Juni 2022 menjadi sampai dengan 31 Desember 2022,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo secara virtual pada Kamis (23/6).

Ia menyatakan kebijakan ini guna meningkatkan efisiensi biaya dan aktivitas ekonomi masyarakat. Juga memudahkan transaksi keuangan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi. 

Baca Juga: BI: Penyaluran Kredit Perbankan Tahun Ini Bisa Lebih Tinggi dari Target Awal

Biaya transfer dana sistem kliring nasional dari nasabah ke bank atau juga sering disebut Lalu Lintas Giro (LLG) akan diturunkan dari semula maksimum Rp 3.500 menjadi Rp 2.900 dan biaya transfer kliring dari perbankan ke BI diturunkan dari semula Rp 600 menjadi Rp 1. 

Penurunan biaya transaksi tersebut berlaku pertama kali pada  1 April hingga 31 Desember 2020. Dalam perkembangannya, bank sentral sudah berkali-kali memperpanjang kebijakan hingga hingga penghujung 2022. 

Asal tahu saja, Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi. Transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking. 

“Nilai transaksi uang elektronik (UE) pada Mei 2022 tumbuh 35,25% year on year (yoy) mencapai Rp 32 triliun. Sedangkan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% (yoy) menjadi Rp3.766,7 triliun,” jelasnya. . 

Baca Juga: Di Ambang Resesi Global, BI Sebut Kondisi Perbankan Nasional Masih Solid

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit mengalami peningkatan 5,43% (yoy) menjadi Rp630,9 triliun. 

Untuk mendorong inovasi sistem pembayaran, Bank Indonesia akan terus memastikan implementasi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) khususnya Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) first mover dapat berjalan dengan lancar. 

Adapun Jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Mei 2022 meningkat 8,97% (yoy) mencapai Rp 927,6 triliun. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI, antara lain melalui penguatan dan perluasan kerja sama dengan lembaga terkait dalam distribusi uang Rupiah ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru