Bank Danamon (BDMN) Kantongi Laba Rp 1,7 Triliun hingga Semester I, Naik 70%

Jumat, 29 Juli 2022 | 06:45 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Bank Danamon (BDMN) Kantongi Laba Rp 1,7 Triliun hingga Semester I, Naik 70%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki tengah tahun, kinerja Bank Danamon (BDMN) terus terangkat. Sampai Juni 2022, Bank Danamon meraih laba bersih senilai Rp 1,7 triliun atau meningkat 70% secara yoy. 

Direktur Bank Danamon Muljono Tjandra mengatakan, kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit di seluruh lini bisnis mencapai 6% yoy menjadi Rp 139,7 triliun pada Juni 2022. 

"Pertumbuhan terjadi di seluruh bisnis Danamon secara kuartal, terutama didukung oleh pertumbuhan portofolio segmen enterprise banking terdiri dari korporasi, comercial banking serta lembaga keuangan," kaya Muljono dalam paparan kinerja Bank Danamon pada Kuartal II 2022, Kamis (28/7). 

Sampai dengan Juni 2022, enterprise banking Bank Danamon meningkat 18% yoy menjadi Rp 67 triliun. Pembiayaan dari anak usaha, Adira Finance juga meningkat hingga 21% yoy. 

Kemampuan perusahaan dalam menyalurkan kredit bahkan mampu diimbangi dengan manajemen risiko yang baik. Hal tersebut tercermin dari rasio NPL Gross Bank Danamon terkendali di level 2,8%, atau membaik 20 bps secara yoy. 

Baca Juga: Bank Mandiri Targetkan Laba Bersih Naik Dobel Digit Hingga Akhir Tahun 2022

"Rasio kredit bermasalah atau NPL Gross pada posisi 2,8% pada pertengahan tahun 2022, membaik dibandingkan tahun sebelumnya," terang dia. 

Di sisi lain, Bank Danamon juga menyiapkan pencadangan sebagai langkah antisipatif atas potensi pemburukan kredit. NPL Coverage Bank Danamon sebesar 203% pada kuartal II 2022.

Tak hanya itu, perusahaan juga berhasil meningkatkan dana murah (CASA) sebesar 17% yoy menjadi Rp 79,6 triliun. Hal ini tercermin dari rasio giro dan tabungan yang meningkat 810 bps menjadi 64,4%. 

Dengan realisasi itu, pihaknya berharap peningkatan kinerja perseroan akan berlanjut pada semester II 2022. Saat ini perusahaan fokus untuk menghimpun dana murah dari nasabah. 

"Jika pertumbuhan ekonomi terus membaik dan juga didukung ketersediaan chip, maka pertumbuhan kita juga membaik di semester II 2022, tidak hanya pada segmen enterprise banking tapi juga area lain bisa tumbuh dengan baik," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru