kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

AS: Tujuan kami bukanlah untuk menahan China, tapi untuk menegakkan tatanan


Senin, 03 Mei 2021 / 19:35 WIB

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. China yang semakin kuat menantang tatanan dunia, bertindak "lebih represif" dan "lebih agresif" saat melenturkan pengaruhnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan pada Minggu (2/5).

"Apa yang telah kami saksikan selama beberapa tahun terakhir adalah China bertindak lebih represif di dalam negeri dan lebih agresif di luar negeri. Itu adalah fakta," katanya dalam wawancara dengan Program 60 Minutes CBS, seperti dikutip Channel News Asia.

Pernyataan Blinken muncul setelah Presiden AS Joe Biden, dalam pidato pertamanya di depan Kongres pada Rabu (28/4) pekan lalu, menggarisbawahi bahwa dia tidak mencari konflik dengan China.

Biden menyatakan kepada Presiden China Xi Jinping, dalam persaingan untuk menjadi kekuatan dominan di abad ke-21, "kami menyambut baik persaingan dan kami tidak mencari konflik".

Baca Juga: Joe Biden: Militer AS akan tetap hadir di kawasan Indo-Pasifik!

Menurut Blinken, China adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki kemampuan militer, ekonomi, dan diplomatik untuk merusak atau menantang tatanan berbasis aturan yang sangat AS pedulikan dan bertekad untuk mempertahankannya.

"Tapi, saya ingin memperjelas tentang sesuatu, tujuan kami bukanlah untuk menahan China, tapi untuk menegakkan tatanan berbasis aturan inilah yang menjadi tantangan bagi China," ujar dia.

Ketegangan meningkat tajam dengan China selama beberapa tahun terakhir karena AS juga mempermasalahkan langkah militer Beijing yang tegas dan masalah hak asasi manusia. 

Termasuk apa yang Washington gambarkan sebagai genosida terhadap sebagian besar minoritas Muslim Uighur.

Selanjutnya: Kapal perusak AS intai dari dekat kapal induk Liaoning, China beri peringatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×