Arab Saudi Cabut Larangan Berkunjung Warganya ke Indonesia, Ini Alasannya

Kamis, 09 Juni 2022 | 10:21 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Arab Saudi Cabut Larangan Berkunjung Warganya ke Indonesia, Ini Alasannya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Travel ban atau larangan berkunjung ke Indonesia oleh warga Arab Saudi sudah resmi dicabut. Pemerintah Indonesia mengapresiasi hal tersebut. 

Melansir laman Setkab.go.id, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa Arab Saudi pada akhirnya mencabut travel ban ke Indonesia. 

Menurut Retno, hal tersebut merupakan hasil dari pembicaraan yang sudah lama antara pihak Indonesia dengan pihak Arab Saudi, yang mencakup data-data mengenai kondisi Covid-19 di Indonesia yang terus mendapatkan apresiasi dari dunia.

Retno menyampaikan dalam pembicaraan sebelumnya dengan otoritas Arab Saudi bahwa baru-baru ini bahwa Bali menjadi tuan rumah salah satu perhelatan in person. 

"Jadi secara fisik datang pertemuan PBB yang dihadiri oleh lebih dari lima ribu orang dan alhamdulillah setelah pertemuan kita tidak mendengar ada laporan yang siginifikan mengenai dampak Covid-nya terhadap para peserta,” jelasnya.

Baca Juga: Arab Saudi Cabut Larangan Bepergian Warganya ke Indonesia, Ini Tanggapan Kemenlu

PBB sendiri memberikan apresiasi terhadap Indonesia terkait bagaimana Indonesia mengelola Covid-19. 

"Dan kemarin kita tahu juga Perdana Menteri Australia memberikan apresiasi yang sama. Jadi sekali lagi, kita sambut baik keputusan otoritas Saudi untuk mencabut larangan warganya untuk berkunjung ke Indonesia yang kita harapkan akan berdampak pada pariwisata dan juga kunjungan-kunjungan bisnis," tegas Retno. 

Sebelumnya diberitakan, Pada Sabtu (23/5/2022), Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan larangan bagi warganya untuk bepergian ke 16 negara, termasuk Indonesia. Dikutip dari Saudi Gazzete, larangan ini dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat). 

Baca Juga: Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Ini Kondisi Terkini Covid-19 di Tanah Air

Larangan ini diberlakukan karena kasus Covid-19 yang dinilai masih tinggi di sejumlah negara tersebut.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru