APBI Ungkap Sejumlah Tantangan Industri Penuhi Permintaan Batubara dari Eropa

Senin, 27 Juni 2022 | 06:25 WIB   Reporter: Filemon Agung
APBI Ungkap Sejumlah Tantangan Industri Penuhi Permintaan Batubara dari Eropa


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan batubara dari pasar Eropa diprediksi akan meningkat dalam waktu dekat.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengungkapkan, ada sejumlah hal yang menjadi tantangan dalam pemenuhan permintaan batubara pasar Eropa.

"Faktor cuaca, keterbatasan alat berat juga menjadi hambatan. Selain itu untuk permintaan dari Eropa (terkendala) soal kualitas juga," kata Hendra kepada Kontan.co.id, Minggu (26/6).

Hendra mengungkapkan, umumnya pun para penambang akan berfokus untuk memenuhi kontrak eksisting terlebih dahulu. Kontrak itu baik yang untuk pasar ekspor maupun domestik.

Kendati demikian, Hendra tak menampik jika ada peluang untuk pemenuhan batubara ke Eropa maka pelaku usaha akan mengoptimalkan peluang itu.

"Terutama jika kualitas (batubara) sesuai dan harga serta syarat dan ketentuan disepakati perusahaan bisa memanfaatkan peluang dengan meningkatkan produksi," terang Hendra.

Terbaru, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sejumlah negara Eropa telah memulai proses penjajakan untuk pemenuhan batubara dari Indonesia.

Baca Juga: BLU Batubara Segera Terbentuk, Ini Harapan Asosiasi Pertambangan Batubara

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengungkapkan, sejauh ini proses penjajakan masih memasuki tahap awal. Apalagi penghentian pemenuhan batubara dari Rusia oleh Uni Eropa baru akan berlangsung Agustus nanti.

Adapun, ada empat negara disebut tengah melakukan diskusi dengan pemerintah. "Jerman, Spanyol, Italia dan Belanda. Dengarnya seperti itu," kata Irwandy ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (24/6).

Irwandy menambahkan, upaya untuk memenuhi permintaan batubara tidak lah mudah. Selain faktor spesifikasi kalori, Indonesia juga dinilai tidak bisa serta merta menaikkan produksi.

Menurutnya, faktor cuaca pun masih jadi salah satu kendala utama dalam kegiatan produksi sejauh ini. Pengadaan alat berat pun dinilai cukup sulit.

Untuk itu, peningkatan produksi secara tiba-tiba sulit untuk dilakukan. "Produksinya saja baru 41% dari target sampai dengan Mei," terang Irwandy.

Untuk itu, Irwandy pun belum bisa memberikan gambaran potensi volume permintaan tambahan dari Eropa maupun penambahan produksi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Tag
Terbaru