Apakah Ketua DPR AS Nancy Pelosi Bakal Tetap Berkunjung ke Taiwan?

Senin, 01 Agustus 2022 | 11:41 WIB Sumber: Reuters
Apakah Ketua DPR AS Nancy Pelosi Bakal Tetap Berkunjung ke Taiwan?

ILUSTRASI. Ketua DPR AS Nancy Pelosi memulai tur ke empat negara Asia pada hari Minggu (31/7/2022). REUTERS/Ken Cedeno


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Ketua DPR AS Nancy Pelosi memulai tur ke empat negara Asia pada hari Minggu (31/7/2022). Namun, tidak disebutkan apakah Taiwan termasuk dalam negara yang dikunjungi. Banyak yang berspekulasi, Pelosi mungkin mengunjungi pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang diklaim oleh China.

"Nancy Pelosi memimpin delegasi Kongres ke kawasan Indo-Pasifik, termasuk kunjungan ke Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Jepang," demikian pernyataan sekretariat DPR AS seperti yang dilansir Reuters.

Dikatakan, kunjungan itu akan mencakup negara-negara itu, tetapi tidak merinci apakah Pelosi, yang merupakan orang nomor 3 dalam garis suksesi presiden, mungkin akan melakukan pemberhentian lainnya.

“Perjalanan itu akan fokus pada keamanan bersama, kemitraan ekonomi, dan pemerintahan demokratis di kawasan Indo-Pasifik,” katanya.

Gregory Meeks, ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, termasuk di antara delegasi tersebut.

CNA yang mengutip kementerian luar negeri Singapura memberitakan, Pelosi diperkirakan tiba di Singapura pada Senin untuk kunjungan dua hari. Kamar Dagang Amerika di Singapura dijadwalkan mengadakan pertemuan dengannya pada Senin sore.

Baca Juga: Saran IMF Bagi Beberapa Negara Asia Ini untuk Segera Kerek Bunga, Indonesia Termasuk?

China memandang kunjungan pejabat AS ke Taiwan sebagai sinyal yang menggembirakan bagi kamp pro-kemerdekaan di pulau itu. Washington tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan tetapi terikat oleh hukum untuk menyediakan pulau itu sarana demi mempertahankan diri.

Kunjungan Pelosi akan menjadi pertunjukan dukungan AS yang dramatis, meskipun belum pernah terjadi sebelumnya, untuk Taiwan. Sebelumnya, Partai Republik Newt Gingrich adalah ketua DPR terakhir yang mengunjungi Taiwan pada 1997.

Presiden Xi Jinping memperingatkan mitranya dari AS Joe Biden pada hari Kamis bahwa Washington harus mematuhi prinsip satu-China. Xi Jinping bilang, mereka yang bermain api akan binasa karenanya.

Baca Juga: Xi Jinping kepada Joe Biden: Jangan Main Api soal Taiwan

Biden mengatakan kepada Xi bahwa kebijakan AS tentang Taiwan tidak berubah dan bahwa Washington sangat menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Kementerian luar negeri Taiwan mengatakan pada hari Jumat setelah panggilan antara Xi dan Biden bahwa Taiwan akan terus memperdalam kemitraan keamanan yang erat dengan Amerika Serikat.

Juru bicara angkatan udara China Shen Jinke dikutip oleh media pemerintah mengatakan pada hari Minggu bahwa Beijing akan dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial.

Shen mengatakan pada pertunjukan udara militer bahwa angkatan udara memiliki banyak jenis jet tempur yang mampu mengitari Taiwan.

Dia mengatakan, "Angkatan udara China memiliki kemauan yang kuat, kepercayaan penuh dan kemampuan yang cukup untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial."

Sebuah pernyataan oleh unit Tentara Pembebasan Rakyat di Weibo, media sosial mirip Twitter China, diposting pada hari Jumat - "Bersiaplah untuk perang!" - menerima 1,87 juta likes atau acungan jempol.

Laut China Selatan

Ketika kapal induk AS USS Ronald Reagan dan kelompok penyerangnya kembali ke Laut China Selatan pada Kamis, militer China meningkatkan latihan di sekitarnya.

Pada hari Sabtu, militer China mengadakan latihan menembak langsung di perairan provinsi Fujian, lebih dari 100 kilometer (62 mil) jauhnya dari Taiwan, menurut pihak berwenang setempat.

Menurut pemberitahuan lain oleh Administrasi Keselamatan Maritim, penjaga pantai China akan mengadakan latihan di Laut China Selatan di lepas pantai provinsi Guangzhou pada hari Senin.

Komentator China terkemuka Hu Xijin mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia menghapus sebuah tweet yang memperingatkan pembalasan militer jika jet tempur AS mengawal Pelosi dalam kunjungan ke Taiwan, setelah Twitter memblokir akunnya.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan pada hari Jumat bahwa Amerika Serikat tidak melihat bukti aktivitas militer China yang membayangi terhadap Taiwan.

Pada hari Rabu, Biden mengatakan kepada wartawan bahwa dia pikir militer AS percaya bahwa kunjungan Pelosi ke Taiwan bukan ide yang baik untuk saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru