Global

Anwar Ibrahim minta Raja Malaysia batalkan keadaan darurat, ini alasannya

Kamis, 14 Januari 2021 | 22:20 WIB Sumber: Channel News Asia
Anwar Ibrahim minta Raja Malaysia batalkan keadaan darurat, ini alasannya


KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim meminta anggota parlemen untuk menulis surat kepada Raja dan memohon agar keadaan darurat dibatalkan. Sehingga, parlemen bisa bersidang secepat mungkin.

Melansir Channel News Asia, dalam pernyataan tertulis Kamis (14/1), Anwar mengatakan, parlemen harus berkumpul kembali sebelum 31 Januari untuk membahas keadaan darurat, pandemi virus corona baru, serta krisis ekonomi Malaysia saat ini.

Dalam memo yang menyertai anggota parlemen, dia menulis: “Saya mengusulkan agar anggota parlemen yang terhormat segera mengajukan banding sebelum Jumat (15/1). Saya telah menyiapkan draf surat untuk diberikan kepada Yang Mulia (Raja) yang dapat diubah sesuai dengan pertimbangan Anda atau partai".

Pada Selasa (12/1), Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengumumkan keadaan darurat di seluruh negeri untuk mengekang penyebaran virus corona. Keadaan darurat akan berlangsung hingga 1 Agustus atau lebih awal tergantung kondisi pandemi.

Baca Juga: 3 Menteri dan 1 wakil menteri Malaysia terjangkit virus corona

"Parlemen tidak akan menggelar sidang sampai waktu yang ditentukan oleh Raja. Selama masa darurat, tidak ada pemilihan umum, pemilihan negara bagian, atau pemilihan sela yang akan diadakan," kata Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Selasa (12/1).

Namun, Perdana Menteri menambahkan, kabinet, dewan eksekutif negara, dan layanan pemerintah akan terus berjalan. Sebuah komite khusus independen akan dibentuk di bawah peraturan untuk memberi tahu Raja jika keadaan darurat harus diperpanjang atau diakhiri lebih awal.

Keadaan darurat diumumkan sehari setelah Perdana Menteri mengumumkan pembatasan yang lebih ketat, termasuk larangan perjalanan nasional. 

Negara Bagian Penang, Selangor, Melaka, Johor dan Sabah, serta Wilayah Federal Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Labuan berada di bawah Perintah Kontrol Gerakan (MCO) mulai 13 hingga 26 Januari.

Pada Rabu (13/1), Malaysia melaporkan 2.985 kasus baru virus corona, sehingga total infeksi menjadi 144.518 dengan kasus aktif mencapai 32.377.

Selanjutnya: Kasus virus corona melonjak, Sultan Johor mengeluarkan dekrit

 

Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru