Anteraja: Pengetatan PKPM berpotensi kerek jasa pengiriman

Jumat, 25 Juni 2021 | 09:35 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Anteraja: Pengetatan PKPM berpotensi kerek jasa pengiriman


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang diperketat membuka peluang bagi bisnis pengiriman barang, salah satunya PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA).

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan, pengetatan PPKM tersebut bisa meningkatkan jumlah pengiriman per harinya. Sayangnya, ia belum bisa memberikan gambaran mengenai pertumbuhan tersebut.

"Pengetatan PPKM kan baru mulai. Kalau secara year on year pertumbuhan pengiriman Anteraja hingga semester pertama di atas 100% peningkatannya. Kalau PPKM mulai ketat, umumnya belanja via online dan ecommerce meningkat drastis," jelas dia pada Kontan.co.id, Kamis (24/6).

Lebih lanjut, dia bilang, tingkat pengiriman rata-rata per hari selama paruh pertama tahun ini sekitar 500.000 paket. Tahun ini, ASSA menargetkan, jumlah pengiriman bisa mencapai 700.000-750.000 paket per hari.

Baca Juga: Adi Sarana (ASSA) sebut insentif PPnBM tak berpengaruh besar pada pasar mobil bekas

 

 

Meski demikian, Prodjo belum dapat memperkirakan porsi pendapatan dari lini bisnis ini. "Masih terlalu dini untuk memperkirakan karena pertumbuhan jumlah pengirimannya meningkat sehingga jumlah kurir Anteraja telah mencapai sekitar lebih dari 15.000 orang untuk seluruh Indonesia," jelasnya.

Untuk mencapai target pengiriman pada tahun ini, Anteraja terus menambah jumlah kurir dan lokasi operasional. Selain itu, AnterAja juga tengah membangun jaringan dalam rangka memperluas jangkauan.

Sementara itu, dalam bisnis rental mobil ASSA masih tumbuh secara moderat dan untuk bisnis lelang mobil masih meningkat sekitar 15% . 

"Bisnis car sharing juga meningkat utilisasi pemakaian dan jumlah unit yang di sediakan. Penjualan mobil bekas melalui market place Caroline juga meningkat di banding tahun 2020," pungkasnya.

 

Selanjutnya: Begini strategi Adi Sarana Armada (ASSA) menghadapi persaingan yang kian ketat

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru