Anggaran PEN sudah terserap Rp 305,50 triliun per Juli 2021, ini rinciannya

Rabu, 04 Agustus 2021 | 04:30 WIB   Reporter: Yusuf Imam Santoso
Anggaran PEN sudah terserap Rp 305,50 triliun per Juli 2021, ini rinciannya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penyerapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 30 Juli mencapai Rp 305,50 triliun. Angka tersebut setara 41,02% dari pagu anggaran PEN tahun ini sebesar Rp 744,75  triliun.

Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Purwanto merinci, pertama, untuk anggaran kesehatan sudah terealisasi Rp 65,56 triliun atau 30,5% dari pagu Rp 214,95 triliun. Dengan rincian manfaat yakni untuk diagnostic untuk testing dan tracing, therapeutic untuk biaya perawatan untuk 377.730 pasien, insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, serta obat dan APD.

“Untuk anggaran kesehatan juga sudah direalisasikan untuk pengadaan 65,79 juta dosis vaksin, bantuan iuran JKN untuk 19,15 juta orang dan terakhir insentif perpajakan kesehatan termasuk PPN bea masuk vaksin,” kata Purwanto dalam seminar Keterbukaan Informasi Publik, Selasa (3/8).

Baca Juga: Kemnaker lakukan pengecekan data 1 juta calon penerima bantuan subsidi upah

Kedua, program perlindungan sosial sudah terealisasi Rp 91,84 triliun atau setara 49,2% dari pagu Rp 186,64 triliun. Kemenkeu mencatat, dana tersebut telah memberikan manfaat program keluarga harapan (PKH) untuk 9,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Lalu, kartu sembako untuk 15,93 juta KPM, bantuan sosial tunai untuk 10 juta KPM, BLT Desa untuk 4,81 juta KPM, kartu pra kerja untuk 2,82 juta orang dan bantuan kuota internet untuk 34,41 juta peserta dan tenaga didik. Serta, subsidi listrik diberikan untuk 32,6 juta penerima.

Ketiga, program prioritas telah terealisasi Rp 47,32 triliun atau 40,1% dari pagu Rp 117,94 triliun. Anggaran tersebut telah dialokasikan untuk program padat karya kementerian/lembaga (K/L) yakni kepada 863.210 tenaga kerja, kemudian pariwisata mencakup KSPN, ekowisata serta pelatihan SDM. Anggaran tersebut juga untuk ketahanan pangan , ICT dan kawasan industri.

Keempat, program dukungan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan korporasi telah tersalurkan Rp 52,43 triliun atau 32,3% dari pagu Rp 162,40 triliun. Program ini diberikan pemerintah untuk usaha mikro (BPUM) sebanyak 10,48 juta usaha, subsidi bunga penyaluran KUR untuk 3,8 juta debitur, IJP UMKM untuk 1,82 juta UMKM, dan IJP Korporasi telah memberikan manfaat untuk 18 korporasi.

“Penempatan dana pada kepada Bank dengan total penyaluran kredit sejak tahun 2020 mencapai Rp 406,64 triliun kepada 5,26 juta debitur," ujar Purwanto.

Kelima, program insentif usaha pemerintah telah merealisasikan anggaran Rp 48,35 triliun atau 77% dari pagu Rp 61,83 triliun. Program insentif usaha untuk PPh 21 DTP telah dimanfaatkan oleh 90.817 pemberi kerja, kemudian PPh final UMKM DTP untuk 129.215 UMKM.

Selain itu, telah terealisasi untuk pembebasan PPh 22 Impor untuk 15.990 wajib pajak (WP), pengurangan angsuran PPh 25 untuk 69,662 WP, pengembalian pendahuluan PPN untuk 1.564 WP, penurunan tarif PPh badan manfaat untuk seluruh WP, PPN DTP properti untuk 709 penjual dan PPn mobil untuk 6 penjual.

 

Selanjutnya: Ekonom prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2021 di kisaran 5,5%

 

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru