kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.798   -32,00   -0,19%
  • IDX 8.266   134,25   1,65%
  • KOMPAS100 1.167   21,28   1,86%
  • LQ45 839   9,30   1,12%
  • ISSI 295   6,90   2,39%
  • IDX30 435   3,79   0,88%
  • IDXHIDIV20 518   -0,55   -0,11%
  • IDX80 130   2,16   1,68%
  • IDXV30 142   1,06   0,75%
  • IDXQ30 140   -0,03   -0,02%

Anggaran Non Pendidikan Ditambah Sebesar Rp 11,2 Triliun pada RAPBN 2023


Selasa, 20 September 2022 / 05:05 WIB
Anggaran Non Pendidikan Ditambah Sebesar Rp 11,2 Triliun pada RAPBN 2023

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah menambah anggaran belanja dalam postur sementara Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 sebesar Rp 19,4 triliun.

Diantaranya, sebesar Rp 11,2 triliun akan disalurkan untuk anggaran non pendidikan akan dialokasikan untuk beberapa Kementerian/Lembaga (K/L).

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Made Arya Wijaya menyebut, terkait untuk peruntukan anggaran tersebut, kemungkinan akan disalurkan sejalan dengan prioritas nasional pada tahun depan yang bersifat mendesak namun belum ada alokasi anggarannya.

Baca Juga: Simak, Ini Beda Tenaga Honorer Kategori II dengan Tenaga Honorer Kategori I

“Banyak hal yang perlu mendapat dukungan anggaran tapi karena uangnya terbatas jadi belum semua mendapat alokasi,” tutur Made kepada Kontan.co.id, Senin (19/9).

Sehingga  lanjutnya, jika ada tambahan alokasi yang tersedia, maka akan banyak usulan yang perlu dipertimbangkan untuk diberikan tambahan dana tersebut. Menurutnya pembahasan terkait usulan tambahan Rp 11,2 triliun tersebut, akan dibahas secara rinci bersama DPR pada 20 September mendatang.

Baca Juga: Ekonom Sarankan Belanja K/L Dialokasikan untuk Penggunaan Produk Dalam Negeri

Ia mencontohkan, kemungkinan anggaran K/L yang akan ditambah tersebut akan dialokasikan kepada Kementerian Pertahanan yang digunakan untuk Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI, bisa juga untuk pariwisata super prioritas, pemekaran wilayah Papua, percepatan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs), dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×