Alokasikan Capex ABM Investama (ABMM) Tahun 2022 Mayoritas untuk Pembelian Armada

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:35 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Alokasikan Capex ABM Investama (ABMM) Tahun 2022 Mayoritas untuk Pembelian Armada


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ABM Investama Tbk (ABMM) telah merencanakan, alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) di 2022 akan dominan dialokasikan untuk pembelian armada baru. Agenda bisnis ini dilakukan karena di tahun ini ABMM optimistis volume produksi batubara dan overburden (OB) akan meningkat dibandingkan realisasi 2021. 

Direktur ABM Investama, Adrian Erlangga mengatakan, pihaknya melihat prospek bisnis yang cemerlang di 2022. Bahkan Adrian optimistis tahun ini menjadi momentum pertumbuhan bisnis  karena seluruh partner kerja ABMM juga mencanangkan pertumbuhan. 

Di sisi lain, Adrian melihat sejumlah tantangan di 2022, seperti dinamika harga batubara dan operasional bisnis khususnya dalam meningkatkan produktivitas. Namun, dengan adanya tantangan ini manajemen ABMM akan memacu tim supaya bekerja lebih baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis dengan biaya yang lebih efisien. 

Baca Juga: ABM Investama(ABMM) bukukan kinerja positif sepanjang kuartal III 2021

Sebagai upaya untuk memacu pertumbuhan operasional di tahun ini, Adrian bilang, pihaknya akan membeli armada baru. Namun sayang, Adrian belum bisa memerinci berapa jumlah armada yang akan dibeli di sepanjang 2022. "Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, kami akan menambah armada yang jumlah investasinya butuh ratusan juta dolar," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (12/1). 

Sampai dengan saat ini pihak ABMM belum bisa memberikan gambaran rinci berapa tepatnya belanja modal yang dialokasikan di 2022. Namun, sebagai gambaran saja belanja modal ABMM yang biasa dialokasikan untuk kebutuhan dasar seperti perawatan sekitar US$ 75 juta. Alhasil, jika digabungkan dengan capex yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis pada tahun ini, capex ABMM diproyeksikan di atas US$ 175 juta. 

Di sepanjang 2022, Adrian mengungkapkan, ABMM menargetkan volume dan penjualan batubara minimal 14 juta ton dan volume overburden removal (OB) tumbuh minimal 25% dibandingkan realisasi 2021. 

 

 

Pada tahun 2021, realisasi volume produksi dan penjualan batubara ABMM sebesar 13,5 juta ton. Adapun untuk volume pengupasan tanah (angka yang belum final) hampir mencapai 180 juta bcm. Realisasi di tahun 2021 dikatakan Adrian melebihi dari yang diperkirakan ABMM. 

Salah satu faktor pendorongnya adalah kinerja operasional yang jauh lebih baik dari yang direncanakan seiring juga dengan bergairahnya industri batubara karena naiknya harga komoditas emas hitam di sepanjang 2021. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru