kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Rp 18,59 triliun sepanjang 2021


Senin, 29 November 2021 / 06:15 WIB

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, adanya arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri pada minggu keempat bulan November 2021.

Berdasarkan data transaksi 22–25 November 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 1,29 triliun

“Dari jumlah tersebut, aliran modal asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,77 triliun, dan yang masuk ke pasar saham sebesar Rp480 miliar,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporan resminya, dikutip pada Minggu (28/11).

Secara tahun berjalan atau sepanjang 2021, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp 18,59 triliun year to date (ytd).

Sementara itu, BI mencatat pergerakan nilai tukar rupiah pada 22–26 November 2021, sedikit melemah ke level (bid) yakni sebesar Rp 14.280 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/11), dari posisi sebelumnya Rp14.265 per dolar AS pada Kamis (25/11).

Baca Juga: BI perkiraan inflasi November 0,34%, dipicu kenaikan harga telur dan minyak goreng

Kemudian, BI juga mencatat premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 79,88 basis points (bps) per 26 November 2021. Posisi tersebut lebih tinggi dari level 76,96 bps per 19 November 2021.

Erwin mengatakan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19, dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

“Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×