Nasional

Alih kelola makin dekat, PLN segera kuasai pembangkit listrik Blok Rokan

Rabu, 23 Juni 2021 | 10:10 WIB   Reporter: Filemon Agung
Alih kelola makin dekat, PLN segera kuasai pembangkit listrik Blok Rokan

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin, penyediaan listrik di Blok Rokan tetap akan dilakukan oleh perusahaan setrum pelat merah tersebut kendati waktu alih kelola yang semakin mepet. Asal tahu, tenggat alih kelola Blok Rokan terjadi pada 9 Agustus 2021.

Dengan waktu yang kurang dari dua bulan ini, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril memastikan, pihaknya siap mengakuisisi 100% saham yang ada di PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN).

Asal tahu saja, MCTN merupakan pemasok listrik Blok Rokan yang mayoritas sahamnya (95%) dimiliki oleh Chevron Standard Limited. Bob pun memastikan proses lelang kini masih berlangsung.  Sebelumnya, disebutkan harga lelang pembangkit listrik ini mencapai US$ 300 juta.

"Sekarang kami lagi proses negosiasi dengan CSL langsung. Tadi pagi kami sudah berhasil capai kesepakatan-kesepakatan daripada bunyi pasal-pasal conditional share purchase agreement (CSPA) dan nanti ada share purchasing agreement kami bisa tandatangani dalam waktu yang tidak terlalu lama," jelas dia dalam diskusi virtual, Selasa (22/6).

Baca Juga: PLTS bakal jadi andalan, kesiapan industri pemasok mulai disorot

Bob memastikan, pada akhir Juni seharusnya sudah ada kepastian terkait proses akuisisi yang tengah berjalan. Nantinya dalam pekan ini, pengumuman hasil lelang bakal disampaikan, kemudian akan ada waktu sebulan masa tenggang.

"Kalau lihat proses pelelangan atau penjualan saham, mereka akan umumkan dalam minggu ini, itu kami harapkan paling lambat. Kemudian mereka punya 1 bulan untuk menunggu kalau ada pertanyaan dari luar. Setelah itu kami tanda tangan," kata Bob.

Dalam catatan Kontan.co.id, Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, saat ini pihaknya memang masih mengikuti proses lelang yang tengah berlangsung untuk PLTGU Rokan.

"Kami memahami ini harus dicari titik temu, ini sedang berlangsung. Masih ada waktu 3 bulan dan tentu saja titik temu ini bisa tercapai dalam waktu 1 bulan," kata Darmawan dalam RDP bersama Komisi VII, Kamis (27/5).

 

Selanjutnya: Mirroring kontrak eksisting Blok Rokan capai 95%

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru