Global

Aksi balas, Militer Israel gempur fasilitas milik Hamas di Jalur Gaza

Senin, 18 Januari 2021 | 21:40 WIB Sumber: Arab News
Aksi balas, Militer Israel gempur fasilitas milik Hamas di Jalur Gaza

KONTAN.CO.ID - GAZA. Militer Israel pada Senin (18/1) mengatakan, pihaknya telah melakukan serangan baru yang langsung menghantam fasilitas Hamas di Jalur Gaza.

Arab News melaporkan, serangan udara militer Israel tersebut adalah bentuk balasan setelah Palestina menembakkan dua roket ke Kota Ashdod, Israel.

"Sebagai respons, jet tempur menyerang sasarang militer milik organisasi terori Hamas di Jalur Gaz, termasuk situs penggalian terowongan," ungkap militer Israel dalam pernyataan Senin.

Untuk saat ini, tidak ada laporan kerusakan apa pun yang dialami Israel dari serangan roket Palestina. Tentara Israel bahkan menunjukkan, roket mendarat di Laut Mediterania.

Sementara serangan Israel ke Palestina hari ini menyasar tanah pertanian di daerah Selatan Khan Yunis yang menyebabkan kerusakan. Beruntung, tidak ada korban luka dan korban jiwa.

Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang dikuasai Israel saat ini sedang menyongsong pemilihan legislatif dan presiden masing-masing pada Mei dan Juli nanti. Ini merupakan pemilihan umum yang pertama dalam 15 tahun terakhir.

Baca Juga: Kembali gempur Suriah, Israel tewaskan 57 orang dalam sehari

Israel dan Palestina kembali memanas

Pekan lalu, sebuah tank Israel menembaki sebuah pos militer Hamas di Jalur Gaza Selatan. Tentara Israel mengklaim, itu merupakan serangan balasan setelah kendaraan militer mereka ditembaki pasukan lawan.

Melansir Arab News, pada Desember lalu bahwa pasukan Hamas dan Jihad Islam menggelar latihan militer bersama di wilayah pesisir, di mana mereka menembakkan roket ke laut. Ini juga menjadi latihan gabungan pertama kedua pihak.

Dalam latihan tempur tersebut, pasukan Palestina juga mensimulasikan berbagai skenario pertempuran dengan pasukan Israel untuk mempersiapkan diri.

Latihan tempur tersebut sekaligus menandai peringatan perang Hamas-Israel pertama yang terjadi tahun 2008. Sejak saat itu, kedua pihak telah berperang dua kali, masing-masing tahun 2012 dan 2014.

Selanjutnya: Pemimpin Hizbullah Lebanon: Kami bisa serang Israel di titik manapun

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo


Terbaru