kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Akhirnya, Ukraina Akui Jadi Pihak yang Meledakkan Jembatan Krimea


Senin, 10 Juli 2023 / 11:17 WIB
Akhirnya, Ukraina Akui Jadi Pihak yang Meledakkan Jembatan Krimea
ILUSTRASI. Ukraina menandai 500 hari perang dengan mengakui sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan di jembatan Krimea. REUTERS/Christian Mang

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

500 HARI PERANG RUSIA DAN UKRAINA - Pada Sabtu (8/7/2023), seorang pejabat tinggi pertahanan Ukraina menandai 500 hari perang dengan Rusia dengan mengakui sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tahun lalu yang menyebabkan jembatan Rusia ke Semenanjung Krimea rusak parah.

Melansir Business Insider, dalam sebuah postingan di Telegram, Hanna Maliar, wakil menteri pertahanan Ukraina, menulis bahwa Jembatan Selat Kerch – yang dibuka empat tahun setelah aneksasi Krimea secara ilegal oleh Rusia pada tahun 2014 – ditargetkan untuk mengganggu jalur pasokan Moskow. 

Mengutip 9news.com.au, Maliar juga membeberkan 12 pencapaian Ukraina sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia 500 hari lalu.

"273 hari yang lalu, (kami) meluncurkan serangan pertama di jembatan Krimea untuk mengganggu logistik Rusia," katanya di Telegram.

Pesan Telegram itu juga menyebutkan tenggelamnya kapal perang Rusia Moskva (451 hari lalu) dan pembebasan Pulau Ular (373 hari lalu).

CNN telah menghubungi Angkatan Bersenjata Ukraina untuk pernyataan tentang klaim tanggung jawab ledakan jembatan tetapi belum mendapat tanggapan.

Baca Juga: Erdogan Bikin Putin Marah Besar, Apa Pemicunya?

Serangan di jembatan Kerch, yang mengganggu jalur transportasi utama antara Rusia daratan dan semenanjung Krimea yang dicaplok, tidak hanya memukul upaya militer Rusia di Ukraina tetapi juga merupakan pukulan psikologis bagi Moskow dan kemenangan propaganda besar bagi Kyiv.
Tanggung jawab Ukraina atas serangan Oktober 2022 telah menjadi rahasia umum.

Musim gugur yang lalu, The New York Times menerbitkan sebuah investigasi, "Bagaimana Ukraina Meledakkan Jembatan Kunci Rusia," yang merinci bagaimana operator Ukraina memuat truk dengan bahan peledak dan meledakkannya saat berada di tengah jembatan, menewaskan empat orang dan merusak secara serius struktur jembatan. Aksi ini disebut oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "aksi teroris".

Mengutip Business Insider, meskipun pejabat Ukraina sebelumnya tidak mengklaim bertanggung jawab, mereka mengisyaratkan hal itu.

"Semua yang ilegal harus dihancurkan, semua yang dicuri harus dikembalikan ke Ukraina, semua yang diduduki Rusia harus diusir," tulis Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, di Twitter Oktober lalu.

Baca Juga: Khawatir Kehadiran Wagner, Polandia Pindahkan Pasukan ke Perbatasan Timur

Selain membuktikan penghinaan terhadap kepemimpinan Rusia — di mana Putin sendiri menghadiri upacara pembukaan jembatan pada 2018 — serangan tersebut menghambat upaya Moskow untuk mengangkut pasokan ke Krimea. 

Lalu lintas kendaraan baru pulih sepenuhnya pada bulan Februari, The Moscow Times melaporkan, dengan layanan kereta api kembali beroperasi pada bulan Mei.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×