Airlangga sebut perpanjangan insentif PPnBM mobil 100% pada 2022 sedang dikaji

Kamis, 02 Desember 2021 | 06:50 WIB   Reporter: Yusuf Imam Santoso
Airlangga sebut perpanjangan insentif PPnBM mobil 100% pada 2022 sedang dikaji


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah kini tengah mengkaji rencana perpanjangan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 100% hingga tahun depan.

“Kami masih kaji (perpanjangan insentif PPnBM 100%). Sudah dirapatkan dengan kementerian terkait,” kata Menko Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Rabu (1/12).

Lebih lanjut Airlangga membeberkan perpanjangan insentif fiskal tersebut akan diarahkan untuk mendorong penurunan emisi. Katanya semakin rendah emisi karbon yang dihasilkan, maka semakin banyak diskon yang didapat.

“Sebenarnya ada regulasi baru terkait dikaitkannya dengan penurunan emisi. Jadinya kalau formulasi baru itu efektifnya bisa turun,” kata Menko Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Gaikindo kembali gelar GIIAS di Surabaya pada 8-12 Desember 2021

Adapun pemerintah memberikan diskon PPnBM mobil sejak awal tahun ini untuk mendorong penjualan mobil. Ini merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mendongkrak ekonomi akibat dampak pandemi virus corona.

Wacana perpanjangan insentif PPnBM mobil 100% sebelumnya diutarakan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Menurutnya, rencana kebijakan tersebut berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo.\

Rencananya insentif PPnMB yang diperpanjang yakni untuk mobil dengan kapasitas silindirs di bawah 1.500 cc.

Baca Juga: Ini besaran denda yang harus dibayar penunggak pajak kendaraan

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan wholesales pada Januari-Oktober 2021 sebanyak 703.089 unit. Angka tersebut tumbuh 67% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 421.006 unit.

Kata Agus, perpanjangan insentif PPnBM dapat mendorong pemulihan ekonomi. Sebab, industri mobil merupakan sektor strategis yang mempunyai multiplier effect luas terhadap sektor usaha lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru