Reporter: Adi Wikanto, Leni Wandira | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mobil listrik terbaru dari Wuling, Aira EV menjadi salah satu kendaraan berbasis baterai paling laris di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berakhir pada 9 Agustus 2026. Apa perbedaan Aira EV dengan Air EV yang lebih dahulu muncul di pasar?
PT Wuling Motors mencatatkan 3.290 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dari total tersebut, city car listrik Aira EV menjadi model dengan kontribusi terbesar.
Aira EV membukukan 2.238 SPK atau sekitar 68% dari total pemesanan Wuling selama pameran. Rinciannya, sebanyak 165 unit berasal dari varian Standard Range dan 2.073 unit dari varian Long Range.
Sales Director Wuling Motors Kharismawan Awangga mengatakan, capaian tersebut menunjukkan respons konsumen terhadap lini kendaraan yang ditawarkan Wuling selama GIIAS 2026.
"Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap Wuling selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Pencapaian yang kami raih menunjukkan respons positif konsumen terhadap lini kendaraan yang kami hadirkan, khususnya Aira EV yang secara resmi diperkenalkan dalam pameran ini," ujar Kharismawan dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Kalahkan BYD Atto 1, Jaecoo J5 Mobil Listrik Rp 200 Jutaan Terlaris Semester I1 2026
Setelah Aira EV, model dengan perolehan SPK terbesar berikutnya adalah Darion EV sebanyak 517 unit dan Eksion EV sebanyak 179 unit.
Selain pemesanan, Wuling mencatatkan 2.203 aktivitas test drive selama pameran. Aira EV kembali menjadi model yang paling banyak dicoba pengunjung dengan 1.648 kali pengujian.
Darion EV mencatat 242 kali test drive, disusul Eksion EV sebanyak 156 kali, Eksion PHEV 95 kali, dan Darion PHEV 62 kali.
Tingginya kontribusi Aira EV terjadi bersamaan dengan peluncuran dan pengumuman harga resmi model tersebut di GIIAS 2026. Wuling menawarkan Aira EV dalam dua varian, yakni Standard Range dengan jarak tempuh hingga 205 kilometer dan Long Range hingga 301 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.
Dari sisi transaksi langsung, sebanyak 147 unit Aira EV Long Range juga telah diserahterimakan kepada konsumen selama pameran melalui program Deal n Drive.
Di luar capaian penjualan, Wuling juga membawa pulang dua penghargaan dari GIIAS 2026. Aira EV memperoleh penghargaan Most Driven EV Passenger, sementara Wuling mendapatkan Best Collaboration Passenger Booth melalui kolaborasi dengan Disney and Pixar's Toy Story 5.
Kharismawan mengatakan hasil yang diperoleh selama GIIAS 2026 akan menjadi bahan bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan produk dan layanan.
"Pencapaian selama GIIAS 2026 menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi konsumen," kata Kharismawan.
Menurut dia, respons terhadap Aira EV, aktivitas test drive, program Deal n Drive serta penghargaan yang diperoleh menjadi bagian dari evaluasi perusahaan dalam menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Tonton: Investasi Tol Tembus Rp668 Triliun, Siapa yang Biayai Selanjutnya?
Perbedaaan Aira EV dengan Air EV
Dilansir dari Kompas.com, Product Communication Manager Wuling Motors Danang Wiratmoko mengatakan, Aira EV dan Air ev memang dikembangkan sebagai dua model yang berbeda. "Aira EV ini memang kita rancang untuk sebuah mobil perkotaan umumnya yang pakai 4 pintu," ujar Danang kepada Kompas.com.
Perbedaan paling mencolok antara Wuling Aira EV dan Air ev terletak pada konfigurasi pintunya. Aira EV menggunakan empat pintu, sedangkan Air ev hadir dengan konfigurasi dua pintu.
Penggunaan empat pintu membuat akses menuju kabin Aira EV menjadi lebih praktis, terutama ketika membawa penumpang di bangku belakang.
Penumpang tidak perlu terlebih dahulu menggeser atau melipat jok depan untuk keluar maupun masuk ke bangku belakang seperti pada mobil dengan konfigurasi dua pintu.
Konsep tersebut membuat desain Aira EV terasa lebih konvensional seperti mobil perkotaan pada umumnya, meski tetap mempertahankan bodi yang ringkas.
Danang mengatakan, perubahan konsep tersebut tidak hanya berdampak pada tampilan, tetapi juga pengalaman penggunaan kendaraan.
Menurut dia, Aira EV menawarkan akses kabin yang lebih mudah, pengendaraan yang praktis, serta kemudahan saat melakukan parkir.
Meski memiliki pendekatan berbeda, Aira EV dan Air ev tetap membawa karakter sebagai mobil listrik untuk penggunaan di perkotaan.
Dimensi yang relatif ringkas menjadi salah satu keunggulan kedua model tersebut. Ukuran bodi yang kompak membuat mobil lebih mudah bermanuver di tengah lalu lintas perkotaan.
Karakter tersebut juga menguntungkan ketika kendaraan digunakan di ruas jalan yang sempit maupun saat mencari tempat parkir.
Namun, Wuling memberikan karakter penggunaan yang berbeda pada masing-masing model.
Aira EV lebih menonjolkan aspek kepraktisan melalui penggunaan empat pintu. Konfigurasi tersebut membuat akses ke kabin dan bangku belakang lebih mudah, sehingga cocok bagi konsumen yang mengutamakan kemudahan penggunaan sehari-hari.
Sementara itu, Air ev mempertahankan konsep mobil listrik mungil dengan desain yang lebih unik dan konfigurasi dua pintu.
Dengan perbedaan tersebut, konsumen memiliki pilihan sesuai kebutuhan mobilitas. Aira EV menawarkan pendekatan yang lebih praktis dan konvensional, sedangkan Air ev mempertahankan karakter sebagai mobil listrik kompak dengan desain yang lebih khas.
Keduanya sama-sama menyasar mobilitas perkotaan, tetapi Wuling membekali masing-masing model dengan pengalaman penggunaan yang berbeda.
Sebagian artikel telah tayang di https://otomotif.kompas.com/read/2026/08/08/161826415/aira-ev-dan-air-ev-beda-kelas-ini-penjelasan-wuling.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)