Adi Sarana (ASSA) menyebut kenaikan tarif jalan tol akan membebani biaya logistik

Kamis, 04 Februari 2021 | 12:45 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Adi Sarana (ASSA) menyebut kenaikan tarif jalan tol akan membebani biaya logistik


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), menyebutkan kenaikan tarif jalan tol akan membebani biaya logistik dan mendorong kenaikan biaya logistik kepada konsumen.

Presiden Ditektur ASSA, Prodjo Sunarjanto bahkan mengemukakan jika aturan kenaikan tarif tol ini sebaiknya menunggu perbaikan ekonomi terlebih dulu. "Di masa ekonomi yang belum pulih terdampak pandemi, kenaikan ini sebaiknya menunggu perbaikan ekonomi. Terutama angkutan barang, yang memilih jalur non tol," jelasnya saat dihubungi oleh Kontan, Rabu (3/2).

Ia melanjutkan, saat ini supir-supir truk sudah mulai menghindari jalan tol, untuk menghemat biaya operasional. Ia menilai, kenaikan tarif tol ini makin memukul muatan logistik yang belum sepenuhnya bangkit atau recover.

Baca Juga: Tarif 31 ruas jalan tol akan naik, begini tanggapan Dewata Freight International

Prodjo melanjutkan, untuk jaringan logistik intercity atay antar kota ASSA, sudah pasti sangat terbebani dengan kenaikan tarif ini. Di sisi lain, menurutnya pelanggan juga akan dapat mengerti adanya beban tambahan ini. "Menurut saya, kenaikan tarif tol saat ini belum tepat waktunya. Jika trafik yang melalui jalan tol berkurang, akan berakibat penurunan pendapatan dan keuntungan pengelola tol juga," sambung dia.

Sebagai informasi, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR memastikan ada 31 ruas jalan tol yang mengalami kenaikan tarif tol sepanjang 2021. Kenaikan tarif tersebut akan dilakukan bertahap dan dibagi menjadi empat klaster. Klaster pertama akan berlangsung pada Januari-Maret. Sementara klaster kedua pada April-Juni.

Selanjutnya klaster ketiga akan berlangsung pada Juli-Agustus dan klaster keempat dilakukan pada September-Desember.

Selanjutnya: Perhatian! Tarif 31 ruas jalan tol akan naik tahun ini

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru