kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.820   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Ada relaksasi PPN sektor properti, ini harapan industri besi dan baja


Rabu, 03 Maret 2021 / 10:10 WIB
Ada relaksasi PPN sektor properti, ini harapan industri besi dan baja

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah produsen besi menilai stimulus PPN untuk sektor properti dapat menjadi katalis positif bagi penjualan besi dan baja lapis di tahun ini. 

Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama (BAJA) Handaja Susanto mengatakan Stimulus Pajak Pertambahan Nilai Yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP Maret-Agustus 2021) sebesar 50%-100 % untuk pembelian rumah dengan harga Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar, tentunya membawa angin segar bagi industri properti dan industri penopang lainnya, termasuk industri baja lapis.

"Industri baja lapis seperti emiten BAJA sendiri tidak langsung menghasilkan komponen yang digunakan dalam pembangunan suatu rumah, namun produk baja lapis adalah bahan baku bagi industri roll former, yang memproduksi atap, truss dan kerangka baja ringan lainnya dengan bobot sekitar 3%–5 % dari nilai rumah," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (2/3). 

Baca Juga: Ada insentif pajak, Puradelta Lestari (DMAS): Sayang hanya untuk rumah ready stock

Adapun untuk meraih peluang dari momentum ini, Handaja mengatakan, BAJA akan lebih fokus pada product mix, terutama dari sisi metal dan coating thickness sesuai dengan kebutuhan saat ini. Adanya kebijakan ini mendukung volume penjualan BAJA yang diprediksi akan naik  15 % dibanding tahun lalu. 

Senada, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga melihat prospek bisnis yang cerah dari dampak kebijakan relaksasi PPN untuk sektor properti. 

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim menjelaskan kebijakan yang meringankan buyer tentu akan berdampak positif terhadap permintaan baja. "Namun untuk rincian dampaknya akan seperti apa, terlalu dini untuk menyimpulkan," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (2/3). 

Silmy menegaskan, untuk menangkap momentum ini, KRAS akan terus melakukan penetrasi pasar.

Baca Juga: Emiten ritel ini berharap relaksasi PPN untuk properti bisa berdampak ke penjualan

Melansir catatan Kontan.co.id, KRAS akan melanjutkan peluncuran produk baja hilir maupun melakukan pengembangan penjualan dengan mengaplikasikan berbagai platform digital (KS Go Digital). Krasmart Connect pun mulai diaplikasikan di tahun ini sehingga semakin memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan produk baja. 

Selanjutnya: Intiland (DILD) optimistis insentif PPN bisa menyokong marketing sales di tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×