kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Ada berbagai insentif, segmen KPR diprediksi akan terus menggeliat ke depan


Senin, 09 Agustus 2021 / 07:25 WIB

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat kredit pemilikan rumah (KPR) masih akan tumbuh ke depan meski masih ada pandemi. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, per Juni 2021 kredit konsumsi tumbuh 20,31% year on year (yoy). 

Menurutnya, kredit konsumsi telah tersokong oleh kredit otomotif dan KPR. Pemulihan kredit otomotif digerakkan oleh berbagai insentif pemerintah dan regulator di awal tahun seperti diskon PPnBM kendaraan bermotor. 

“Untuk kredit properti, sektor ini akan lebih menggeliat lagi di masa-masa mendatang. Kami optimistis, ke depan, kita punya basis kredit yang kuat karena beberapa sektor sudah bangkit,” ujar Wimboh secara virtual pada Jumat (6/8). 

Baca Juga: Jaga momentum pemulihan ekonomi, Himbara terus perkuat sinergi

Menurutnya, secara total, kredit perbankan telah tumbuh 0,59% year on year (yoy) ada paruh pertama 2021. Selain kredit konsumsi yang mengalami pertumbuhan, segmen ritel juga naik 1,96% yoy dan kredit UMKM sudah tumbuh 2,35% yoy. Namun segmen korporasi masih terkontraksi sebesar 2,02% yoy pada semester I-2021. 

“Pertumbuhan kredit saat ini ditopang oleh segmen UMKM karena ada beberapa insentif seperti subsidi bunga dan penjaminan yang lebih besar. Selain, pelaku usaha UMKM bisa mengalami pemulihan relatif lebih cepat," katanya.

Selanjutnya: Bisnis spesialis bank BUMN masih merekah di tengah pandemi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×