Ada apa, WHO tinjau ulang definisi kontak dekat dengan orang terjangkit virus corona

Selasa, 01 Desember 2020 | 14:42 WIB Sumber: TASS
Ada apa, WHO tinjau ulang definisi kontak dekat dengan orang terjangkit virus corona

ILUSTRASI. Kontak dekat saat ini, menurut WHO, interaksi tatap muka dengan orang yang terpapar virus corona selama 15 menit pada jarak kurang dari satu setengah meter.

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana memperbarui rekomendasi tentang definisi "kontak dekat" dengan orang yang terjangkit virus corona baru.

"(Pada Jumat pekan lalu), saya berpartisipasi dalam pertemuan WHO di mana rekomendasi baru tentang apa yang disebut kontak dekat ditinjau," kata Perwakilan WHO di Rusia Melita Vujnovic, Senin (30/11). 

“Rekomendasi saat ini mencakup 15 menit selama total 24 jam, bisa jadi lima menit plus lima menit dan lima menit dengan jarak kurang dari dua meter,” ujar dia kepada kantor berita TASS.

Vujnovic menegaskan kembali, kontak dekat saat ini berarti interaksi tatap muka dengan orang yang terpapar virus corona selama 15 menit pada jarak kurang dari satu setengah meter. 

Dia menambahkan, pendorong perubahan dalam rekomendasi kontak dekat adalah fakta bahwa WHO "sekarang tahu lebih banyak tentang virus corona baru".

Baca Juga: WHO: Pandemi corona tidak mungkin berakhir dalam beberapa bulan ke depan

Pandemi tidak mungkin cepat berakhir 

Yang jelas, menurut  Vujnovic, pandemi virus corona tidak mungkin berakhir dalam beberapa bulan mendatang. "Pandemi akan berakhir begitu vaksin memungkinkan untuk mencapai tingkat kekebalan yang diperlukan," sebutnya.  

"Kita mulai bertindak berdasarkan pemahaman bahwa virus itu ada dalam populasi dan tidak akan pergi kemana-mana, ia akan tetap ada, seperti virus lainnya," ujar dia. 

"Kita harus belajar hidup dengan virus dan menghentikannya mengendalikan hidup kita," tambah Vujnovic.

Dia mengatakan, ini bukan masalah bulan tapi semua pihak harus bergerak maju. "Pada musim semi, kami melihat bahwa itu bisa dilakukan dan kita semua harus bekerjasama," katanya. 

Menurut Vujnovic, jalan untuk mengatasi pandemi virus corona masih panjang. "Ini bukan lari sprint 100 meter, melainkan maraton," jelasnya.

Selanjutnya: Vaksin efektif 94,1% cegah corona, Moderna ajukan izin darurat di AS dan Eropa

 

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru