Ada Aktivitas Pertambangan Ilegal di Blok Kohong Telakon, PTBA Diminta Ambil Alih

Rabu, 07 Desember 2022 | 07:30 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Ada Aktivitas Pertambangan Ilegal di Blok Kohong Telakon, PTBA Diminta Ambil Alih


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi VII DPR RI mendorong PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil alih Blok Kohong Telakon karena adanya aktivitas pertambangan ilegal.

Willy M. Yoseph, Anggota Komisi VII Fraksi PDIP menjelaskan, PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) izinnya sudah resmi dicabut oleh Kementerian ESDM dan keputusannya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Namun kenyataan di lapangan bahwa PT AKT ini masih melakukan produksi hingga pengapalan sampai hari ini. Kok masih beroperasi padahal izin sudah dicabut?” jelasnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirjen Minerba ESDM dan Bukit Asam, Selasa (6/12).

Maka itu, dia menegaskan, aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan PT AKT di Blok Kohong Telakon ini menjadi perhatian bersama dan segera diselesaikan.

Baca Juga: Sempat Mundur, Bukit Asam (PTBA) Akhirnya Siap Kempit 51% Saham Blok Kohong Telakon

Namun dia berpesan, penyelesaian masalah ini jangan diselesaikan terlalu terburu-buru supaya oknum di balik tambang ilegal ini dituntaskan. “Kita selesaikan masalah ilegal mining yang terjadi di sana,” tegasnya.

Tifatul Sembiring, Anggota Komisi VII Fraksi PKS menyebut, PT AKT mengingatkannya pada kasus terdahulu di mana ada nama Samin Tan di sana.

Melansir catatan Kontan.co.id sebelumnya, Samin Tan sebagai bos dari PT AKT pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya perusahaan pertambangan batubara (PKP2B). Namun pada pertengahan tahun ini, Samin Tan lolos dari jerat hukum kasus suap tersebut.

Selain menyinggung itu, TIfatul berpesan supaya Bukit Asam melakukan perhitungan yang matang saat masuk ke Blok Kohong Telakon ini.

“Jangan sampai ini hanya menjadi beban bagi Perusahaan. Dari sisi Feasibility Studies (FS) harus jelas untuk take over masalah ini,” ujarnya.

Menurut Tifatul ada beberapa kebijakan di negara ini yang berakhir merugikan bagi perusahaan yang ditugaskan.

Bambang Patijaya, Anggota Komisi VII Fraksi Golongan Karya (Golkar) sedikit menjelaskan kilas balik alasan mundurnya PTBA dari penawaran prioritas Blok Kohong Telakon.

“Blok ini cadangannya 150 juta ton kemudian dihitung-hitung oleh PTBA dianggap cadangannya tinggal 30 juta ton sehingga mengurungkan niatnya,” jelasnya.

Meski sempat mundur, PTBA kembali menyatakan maju lagi untuk mengambil-alih Blok Kohong Telakon. Bambang menyatakan, masuknya PTBA ke Blok Kohong Telakon ini merupakan gambaran negara hadir meski secara perhitungan masih ada beberapa kekurangan.

Namun, Bambang mengemukakan, selama yang dilakukan PTBA untuk kepentingan negara dan hitungan bisnis bisa dipertanggungjawabkan, masuknya PTBA ke blok ini boleh diteruskan.

“Aspirasi kami bagaimana jika PTBA masuk memang harus mayoritas,” tandasnya.

Baca Juga: Kinerja Ekspor Bukit Asam (PTBA) Masih Bisa Naik, Intip Rekomendasi Sahamnya

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyatakan, saat ini masih melakukan kajian secara mendalam terkait keekonomian Blok Kohong Telakon.

“Kalau kemarin itu kan waktunya sangat singkat, tentu kami melihat kondisi sekarang,” ujarnya.

Menurutnya kalau harga batubara sama seperti saat ini, maka cadangan emas hitam di sana cukup ekonomis. Namun dia belum bisa memerinci lebih jauh karena masih akan melakukan due diligence mendalam. 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru