kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

5 Negara dengan Kematian Tertinggi Akibat Covid-19 di Dunia, Ada Indonesia


Rabu, 16 Maret 2022 / 23:00 WIB

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Angka kematian mingguan akibat Covid-19 secara global terus mengalami tren penurunan, termasuk Indonesia. Hanya, Indonesia masih ada dalam daftar 5 besar negara dengan kematian tertinggi di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, angka kematian akibat Covid-19 secara global selama pekan kedua Maret 2022 turun 17% menjadi 43.097 dibandingkan dengan minggu sebelumnya. 

Pada 13 Maret 2022, lebih dari 6 juta kematian telah dilaporkan secara global," sebut WHO dalam dalam Dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan tentang Covid-19 yang rilis Selasa (15/3).

Baca Juga: Waspada! Kasus Mingguan Covid-19 Global Kembali Meningkat

Beriku lima negara dan wilayah dengan angka kematian mingguan tertinggi Covid-19 selama pekan kedua Maret 2022:

  1. Amerika Serikat dengan 9.078 kematian baru, turun 13%
  2. Rusia dengan 4.530 kematian baru, turun 15%
  3. Brasil dengan 3.301 kematian baru, turun 15%
  4. Indonesia dengan 1.994 kematian baru, turun 5%
  5. Hong Kong dengan 1.955 kematian baru, naik 63%

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penurunan jumlah kematian akibat Covid-19 sebesar 5% dibandingkan dengan minggu sebelumnya. 

"Meskipun indikator penanganan Covid-19 saat ini menunjukkan perbaikan, kita tetap harus terus waspada karena masih dalam status pandemi," kata Siti Nadia Tarmizi, juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes.

"Sangat penting bagi kita untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi untuk terus menekan laju penyebaran virus,” ujar dia, Selasa (15/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×